Eks Kabiro Pembangunan Sulsel Tersangka Pencemaran Nama Baik

    Muhammad Syawaluddin - 07 Januari 2020 16:37 WIB
    Eks Kabiro Pembangunan Sulsel Tersangka Pencemaran Nama Baik
    Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko. (Foto: Medcom.id/Muhammad Syawaluddin)
    Makassar: Mantan Kepala Biro (Kabiro) Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumras, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik. 

    Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, mengatakan, setelah gelar perkara pada Senin, 6 Januari 2020, Jumras disangkakan mencemarkan nama baik Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

    "Sudah tersangka kemarinm, setelah gelar perkara langsung ditetapkan," katanya, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 7 Januari 2020.

    Jumras menjadi tersangka setelah menuding Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menerima uang Rp10 miliar dari salah satu pengusaha di Kota Makassar saat pemilu gubernur 2018 lalu.

    "Rencananya, pemeriksaan selanjutnya minggu ini," ungkapnya.

    Pansus hak angket sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel, Jumras. Dalam pemeriksaan tersebut Jumras menyebut ada dugaan bagi-bagi proyek di tubuh Pemprov Sulsel dan pemberian uang oleh Pengusaha sebesar Rp10 miliar kepada Nurdin Abdullah saat pilgub.

    Nurdin Abdullah sempat memberi ultimatum kepada Jumras untuk mengklarifikasi dan meminta maaf. Namun permintaan itu diabaikan hingga berujung pada penyelesaian secara hukum.

    Jumras kemudian dipanggil oleh kepolisian usai dilaporkan Nurdin Abdullah atas dugaan pencemaran nama baik.




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id