Terduga Penghina Wiranto Masih Aktif di Kampus - Medcom

    Terduga Penghina Wiranto Masih Aktif di Kampus

    Mustholih - 15 Oktober 2019 14:05 WIB
    Terduga Penghina Wiranto Masih Aktif di Kampus
    Rektor Undip Yos Johan Utama (kedua kiri). (Foto: Medcom.id/Mustholih)
    Semarang: Terduga pelaku penghinaan terhadap Menko Polhukam Wiranto, Imam Nurcahyono, disebut masih aktif di lingkungan kampus. Pegawai Universitas Diponegoro (Undip) itu belum mendapatkan sanksi internal dari kampus.

    "Kami (sudah) mendengar (kasus) itu. Karena sudah ditangani kepolisian, kita tunggu saja hasilnya dari polisi," ujar Rektor Undip Yos Johan Utama, di Semarang, Selasa, 15 Oktober 2019.

    Yos mengatakan pihaknya belum memutuskan sanksi etik yang bisa menjerat Imam. Saat ini, kata dia, Imam, masih bekerja sebagai staf administrasi universitas.

    "(Di kampus) masih aktif," kata dia.

    Imam Nurcahyono sebelumnya dilaporkan ke Polda Jawa Tengah terkait unggahannya soal Wiranto. Unggahan itu terkait insiden penusukan Wiranto oleh Syahril Alamsyah dan Fitri Andriana pada Kamis, 10 Oktober 2019, di Pandeglang, Banten.

    Gerakan Jalan Lurus (GJL) melaporkan Imam atas dua konten yang diunggah pada 8 dan 10 Oktober 2019. Pada 8 Oktober 2019, Nurcahyono mengunggah gambar Wiranto dan telapak kaki. Sedangkan pada 10 Oktober 2019, Nurcahyono mengunggah tangkapan layar sebuah gambar pemberitaan Wiranto di sebuah media daring disertai keterangan, "Anda percaya? Kalo (kalau) sy (saya) tentu tidak!"

    Organisasi GJL menilai konten yang diunggah Nurcahyono mengarah pada penghinaan terhadap Wiranto. Atas pelaporan ini, Yos Johan menegaskan akan mengunggu hasil pemeriksaan Polisi.

    "Sementara ini ditangani kepolisian. Ke dalam nanti kita proses kalau terdapat pelanggaran disiplin PNS, ada proses-proses pemeriksaan seperti lalu-lalu. Kita lihat apa rekomendasinya," ungkap Yos.

    Yos Johan mengaku berkali-kali mengingatkan para pegawai Undip untuk bijak bermedia sosial. Ia memperingatkan agar unggahan di media sosial tak menimbulkan masalah.

    "Enggak kurang-kurang kita ingatkan kembali, hati-hati dan bijak bermedia sosial. Jangan sampai menjadi masalah," tegas dia.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id