Mahasiswi Tamu Asal Belanda di Unsri Bebas Korona

    Gonti Hadi Wibowo - 19 Maret 2020 07:09 WIB
    Mahasiswi Tamu Asal Belanda di Unsri Bebas Korona
    FK Unsri bersama Satgas Sumsel saat memberikan keterangan ke awak media, Rabu 18 Maret 2020. Foto: Gonti Hadi Wibowo/Medcom.id3
    Palembang: Satgas penanganan virus korona (coivd-19) Sumatra Selatan memastikan mahasiswi tamu asal Belanda tidak berstatus orang dalam pemantauan (ODP) korona. Mahasiswi tersebut tengah melakukan belajar singkat selama dua bulan di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. 

    "Kepastian didapat setelah mahasiswi menjalani spesimen oleh pihak medis," ujar Juru bicara satgas penanganan virus korona (covid-19) Sumatra Selatan, Yusri, di Palembang, Sumatra Selatan, Rabu, 18 Maret 2020.

    Yusri menerangkan orang tua mahasiswi itu disebut positif terjangkit korona setelah tiba di Belanda, usai mengunjungi putrinya di Palembang. Dia menuturkan, pada 26 Februari 2020, ibu dari mahasiswi tersebut datang dan menginap di Kota Palembang. Kemudian kembali ke Belanda pada 3 Maret 2020.

    "Orang tua yang bersangkutan berada di Palembang kurang lebih lima atau enam hari. Lalu dari informasi yang kita terima setelah pulang dari Palembang, ibunya di Belanda menderita positif virus korona," kata Yusri.

    Berdasarkan informasi itu, tim satgas langsung merespon dan melakukan tindakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Yakni seseorang yang tanpa gejala tapi melakukan kontak langsung dengan penderita positif virus korona akan masuk  kriteria ODP.

    "Kita langsung ambil spesimen dan setelah dihitung, kontak terakhir dengan pada tanggal 3 Maret 2020 hingga 17 Maret 2020 atau tepat 14 hari setelah itu, mahasiswi tersebut tidak ada masalah. Artinya secara SOP yang ada mahasiswi itu sudah selesai dan tidak termasuk ODP," jelasnya.

    Sementara itu, Wakil Dekan III Alumni dan Kemahasiswaan FK Unsri, Irfanuddin, mengatakan mahasiswi tersebut berasal dari universitas di Belanda yang menjalani belajar singkat di FK Unsri. Program belajar singkat adalah salah satu kerjasama antarnegara.

    "Kita memang rutin menerima mahasiswa luar negeri yang melakukan belajar singkat di Unsri. Program ini dilakukan 7-8 minggu," kata Irfanuddin.

    Irfanuddin menjelaskan mahasiswi asal Belanda tersebut masih mejalani belajar singkat di FK Unsri. Sementara Unsri telah memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) berbasis daring untuk menghindari penyebaran virus korona.

    "Tentu masih menjalani kegiatan belajar mengajar di FK Unsri dimana yang bersangkutan sehat. Memang saat ini mahasiswi itu masih terus akan dipantau," ungkapnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id