Khofifah Minta BPJS Kesehatan Asistensi RS Rujukan Covid-19

    Amaluddin - 16 Juli 2020 22:30 WIB
    Khofifah Minta BPJS Kesehatan Asistensi RS Rujukan Covid-19
    Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat video confrence dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, 16 Juli 2020. Dokumentasi/ Pemprov Jatim
    Surabaya: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta BPJS Kesehatan memberikan asistensi atau pendampingan ke berbagai RS Rujukan Covid-19. Asistensi sebagai upaya penanganan permasalahan klaim pasien yang terjadi selama ini.

    "Jika dimungkinkan, Pak Dirut BPJS bisa menugaskan tim dari Jakarta atau tim yang ada di Jatim, untuk membantu asistensi di berbagai RS Rujukan Covid-19 di Jatim," kata Khofifah kepada Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, melalui video conference, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, 16 Juli 2020.

    Baca: 2 Hotel di Solo Ditutup Karena Tamu Positif Covid-19

    Permintaan Khofifah seiring dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) yang baru yaitu KMK No. HK.01.07/MENKES/413/2020 pada 13 Juli lalu. Khofifah berharap agar melalui KMK itu, bisa didapatkan penjelasan yang bisa dijadikan referensi jajaran kepala rumah sakit.

    "Sehingga proses yang masih terkendala, khususnya dalam hal reimbursnya bisa segera dipercepat," jelasnya.

    Dengan adanya asistensi atau pendampingan, Khofifah optimis akan tercipta pemahaman yang terkonfirmasi di setiap rumah sakit. Terlebih hal itu diharapkan dapat mengurangi kemungkinan timbulnya selisih, ketika pihak RS tengah mengajukan klaim atas pasien covid-19.

    "Hal ini akan membuat sesuatu yang tidak menimbulkan selisih (masalah), sesuatu yang tidak menimbulkan debatable," ujarnya.

    Sementara Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, mengatakan prosedur klaim BPJS Kesehatan untuk pasien covid-19 diawali dengan fasilitas kesehatan (faskes), yaitu RS mengajukan permohonan pengajuan klaim melalui email ke Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, ditembuskan ke BPJS Kesehatan untuk verifikasi dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

    Adapun berkas pendukung verifikasi diajukan melalui aplikasi Eklaim INA-CBGs. Kemudian Kementerian Kesehatan dapat memberikan uang muka paling banyak 50 persen dari jumlah klaim yang diajukan.

    "Selanjutnya BPJS Kesehatan akan melakukan verifikasi terhadap klaim, sesuai dengan ketentuan yang ada dalam petunjuk teknis klaim penggantian biaya perawatan," jelasnya.

    Setelah melakukan verifikasi, BPJS Kesehatan akan menerbitkan Berita Acara Verifikasi pembayaran tagihan klaim pelayanan kepada Kementerian Kesehatan. BPJS Kesehatan diberi waktu tujuh hari kerja dalam proses verifikasi klaim tersebut. Selanjutnya, Kemenkes akan membayarkan klaim kepada rumah sakit setelah dikurangi uang muka yang telah diberikan sebelumnya.

    "Biaya klaim akan ditransfer ke rekening instansi pemohon (rumah sakit) oleh Kementerian Kesehatan dalam kurun waktu tiga hari kerja," katanya.

    Adapun yang membedakan adalah status pasien tersebut, jika pasien masuk kategori non covid-19, maka prosedurnya menggunakan proses yang sudah ada alias eksisting, dan pembayaran klaimnya berasal berasal dari Dana Jaminan Sosial (DJS). Namun jika pasien tersebut ternyata positif covid-19, maka BPJS Kesehatan akan memasukkannya ke area khusus, dan klaimnya akan dibayar oleh Kemenkes.

    "Jadi pencatatannya terpisah, untuk yang non covid-19 menggunakan cara eksisting, sedangkan yang positif covid-19 masuk area khusus. Datanya terpisah, untuk yang positif covid-19 pembayarannya oleh kemenkes dari dana alokasi khusus. Verifikasi klaim tersebut harus sudah selesai dalam tujuh hari kerja, ini sesuai peraturan kementerian kesehatan atau PMK," ujarnya.

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id