Komunitas Peduli Sampah Tumbuh 5 Kali Lipat

    Medcom - 06 Maret 2020 15:51 WIB
    Komunitas Peduli Sampah Tumbuh 5 Kali Lipat
    Menteri LHK Siti Nurbaya. Foto: KLHK
    Labuan Bajo: Partisipasi publik dalam mengelola sampah semakin banyak. Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) mencatat, dalam kurun lima tahun, ada peningkatan hingga lima kali lipat kelompok masyarakat yang peduli terhadap sampah.

    Pada 2015 ada 1.100 kelompok di 18 kabupaten/kota yang aktif mengelola sampah. Lima tahun berselang, yakni pada 2019, angka itu menjadi 5.440 komunitas di 186 kota/kabupaten.

    "Sudah melibatkan 9,5 juta masyarakat," kata Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar saat memberi sambutan pada Puncak Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Pantai Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat, 6 Maret 2020.

    Keberadaan bank sampah juga meningkat. Dari 1.172 bank sampah pada 2014 menjadi 8.036 bank sampah di 2019. Saat ini sudah ada 21 Propinsi dan 353 Kabupaten/Kota yang telah menetapkan dokumen Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada).

    Selain itu, KLHK juga mencatat ada 32 pemerintah daerah telah menerbitkan kebijakan pembatasan sampah, khususnya sampah plastik sekali pakai. Hal ini, kata Siti, secara signifikan mendorong perubahan perilaku masyarakat, khususnya kalangan milenial serta para produsen.

    Puncak HPSN 2020 di Labuan Bajo diramaikan aksi tiga pelajar SDN Dinoyo 3 Malang yang membawakan Tari Lampah. Sebanyak 60 siswa SD Labuan Bajo ikut membawakan tari yang terpilih sebagai juara tingkat Nasional ini.

    Tari Lampah merupakan perpaduan seni tari, ludruk, dan penyuluhan. Dengan menggunakan kode hijau, kuning, dan biru, mereka menyosialisasikan pentingnya kesadaran memilah sampah.
     
    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mengatakan, khusus di Labuan Bajo, pemerintah membangun fasilitas pengelolaan berupa tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) atau Pusat Daur Ulang Pengelolaan Sampah (PDU). Melengkapi sarana ini juga diberikan motor sampah sebanyak 8 unit dan 60 unit tempat sampah tematik. 

    KLHK juga melakukan langkah detasering bantuan pembinaan kepada Pemda Kabupaten Manggarai Barat melalui pendampingan penyusunan Jakstrada, edukasi pengelolaan sampah melalui PDU dan Bank sampah, pemberian 40.000 bibit tanaman, dan aksi bersih pungut sampah di pantai dan laut. 

    "Saya juga berharap pengelolaan sampah ini juga dilakukan di rumah-rumah ibadah. Karena sampah adalah masalah dan musuh kita bersama," kata Luhut.

    Di acara yang sama, puluhan anak Sekolah Luar Biasa (SLB) Labuan Bajo menyanyikan lagu yang berisi ajakan peduli sampah. Mereka didampingi penyanyi yang juga aktivis lingkungan, Oppie Andaresta.

    Kegiatan HPSN juga dilaksanakan di berbagai daerah dengan melibatkan berbagai unsur seperti pemerintah, swasta, LSM, UPT dan unit kerja KLHK, TNI, Polri, ibu PKK, generasi muda milenial, komunitas lingkungan, pelajar, pramuka, wisatawan, dan masyarakat.

    (ALB)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id