Pengusaha Asal Sulbar Kembangkan Jalak Bali Hingga 70 Ekor

    Medcom - 09 Juni 2021 15:30 WIB
    Pengusaha Asal Sulbar Kembangkan Jalak Bali Hingga 70 Ekor
    Foto: Jalak Bali/MTVN_Pythag Kurniati



    Tabanan: Zainal Tayeb, pengusaha asal Sulawesi Barat dan telah menetap di Bali sejak 50 tahun silam, sukses mengembangkan Jalak Bali. Dalam setahun jumlahnya mencapai 70 ekor.

    "Awalnya saya memiliki delapan pasang dan dalam waktu setahun berkembang  menjadi 70 ekor," katanya di lokasi penangkaran jalak Bali miliknya di Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa, 8 Juni 2021.

    Jalak Bali masuk dalam Appendix I  berdasarkan kategori, CITES, organisasi dunia yang mengatur perdagangan satwa langka. Definisi kelompok Appendix  I adalah satwa yg terancam punah. Apendiks I ialah daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional.

    Zainal menyebutkan, selain Jalak Bali, dia juga menangkarkan Jalak Nusa Penida. Namun, katanya, Jalak Nusa Penida tak seindah jalak Bali. Zainal juga memelihara berbagai jenis unggas lain seperti merak emas, merak hijau  serta merak Tiongkok. Ia juga memelihara ayam jantan. Total unggas yang dipeliharanya mencapai 400 ekor.

    Baca: Penyelundupan Ratusan Satwa Ilegal di Surabaya Digagalkan

    Terletak di perdesaan di Kabupaten Tabanan, Bali, tempat penangkaran Jalak Bali milik Zainal sangat luas.  Di lokasi dengan suasana perkebunan itu,  Zainal juga membudidayakan berbagai jenis tanaman buah dan umbi-umbian.

    “Saya juga menanam beberapa tanaman buah seperti manggis, jambu Jamaika, jeruk, papaya, semangka, durian rambutan, mangga, pisang, sawo. Sedangkan umbi utama yang di tanam di sini adalah ketela pohon, talas, dan ketela rambat. Sebagian besar tanaman tersebut sudah dan sedang berbuah/berumbi, “ jelasnya.

    Zainal menambahkan, upaya pelestarian jalak Bali dan unggas lainnya yang termasuk satwa langka serta koleksi tanaman buah yang dilandasi hobi. Dia mendanainya dari koceknya sendiri.

    Baca: Perdagangan Satwa Dilindungi Melalui Facebook Dibongkar

    "Saya sangat mendukung apa yang Kementerian Pertanian ajarkan kepada kami untuk mengembangkan dan melestarikan  satwa dan fauna di sini, “ ujarnya pria yang dikenal sebagai promotor tinju yang mengorbitkan Chris John itu.

    Berdasarkan hasil pantauan tim Kementerian Pertanian, praktik implementasi sistem pemeliharaan satwa milik Zainal telah memenuhi aspek Good Breeding Practice (GBP) dan Good Farming Practice (GFP) serta sesuai kaidah Animal Welfare (AW) yang sangat memadai. Demikian juga pemeliharaan tanaman memenuhi strata managemen pertanian secara umum dengan tujuan koleksi dan pemeliharan serta pembudidayaan.

    Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri mengapresiasi inisiatif dan upaya Zainal melestarikan dan mengembangkan satwa langka. "Kementerian Pertanian mengapresiasi upaya Pak Zainal, apalagi beliau sudah mendapat ijin untuk melestarikan dan mengembangkan jalak Bali dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam, BSDA," katanya, Rabu, 9 Juni 2021.(LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id