20 Pekerja Migran Pulang Kampung ke Malang Dikarantina

    Daviq Umar Al Faruq - 04 Mei 2021 14:00 WIB
    20 Pekerja Migran Pulang Kampung ke Malang Dikarantina
    Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menyambut 20 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang kampung alias mudik ke Kabupaten Malang, Jawa Timur/Humas Pemkab Malang.



    Malang: Sebanyak 20 Pekerja Migran Indonesia (PMI) pulang kampung ke Kabupaten Malang, Jawa Timur, jelang Lebaran. Sebelum pulang ke rumahnya masing-masing, para tenaga migran ini diwajibkan menjalani karantina.

    Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, mengatakan para pekerja migran yang baru pulang diwajibkan untuk melakukan karantina di safe house selama tiga hari. Langkah tersebut diambil untuk mengamankan diri sendiri maupun keluarga besar pekerja migran.






    "Mohon bersabar karena ini merupakan bagian dari aturan yang harus dipatuhi dan semua proses ini dilakukan demi kebaikan kita bersama,” katanya, Selasa 4 Mei 2021.

    Total ada 38 pekerja migran yang pulang kampung ke wilayah Malang Raya. Sebanyak 18 orang di antaranya berdomisili di Kota Malang dan Kota Batu, sedangkan sisanya berdomisili di Kabupaten Malang.

    Baca: Jelang Larangan Mudik, API I Catat Peningkatan Trafik Penumpang

    "Pekerja migran domisili Kabupaten Malang diberikan waktu untuk beristirahat sejenak di Rusun Kepanjen," ujarnya.

    Didik menjelaskan, rusun tersebut masih dalam proses pembangunan. Sehingga fasilitas-fasilitas di dalamnya masih memerlukan beberapa penambahan. Seperti sprei dan kran air.

    Didik meminta maaf atas ketidaksiapan fasilitas safe house yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Hal itu lantaran terputusnya komunikasi antara Kantor Imigrasi dan Pemkab Malang. Sehingga tidak ada kejelasan jumlah PMI yang pulang.

    Baca: Ribuan Pemudik Telah Masuk Jawa Tengah

    "Bagi pekerja migran yang tidak berkenan untuk beristirahat di Rusun Kepanjen, diberikan kesempatan untuk beristirahat di hotel lain, namun menggunakan biaya sendiri dan tidak mobilisasi ke luar kawasan hotel. Sedangkan bagi pekerja migran yang bersedia singgah di Rusun Kepanjen, maka Pemerintah Kabupaten Malang akan berupaya untuk melengkapi fasilitas-fasilitasnya," jelasnya.

    Dia melanjutkan, kemudian dilakukan tes PCR setelah dikarantina selama tiga hari. Pihaknya berharap, semua hasil tes PCR negatif.

    "Besar harapan kami agar pundi-pundi hasil bekerja selama 2-3 tahun di luar dapat dimanfaatkan dengan baik, sebagai modal bekerja di rumah, dan semoga ini menjadi awal kebangkitan keluarga yang sejahtera,” terangnya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id