PNS Dishub DKI Jakarta Ditangkap di Aceh Gara-gara Sabu

    Fajri Fatmawati - 30 April 2021 21:23 WIB
    PNS Dishub DKI Jakarta Ditangkap di Aceh Gara-gara Sabu
    Barang bukti yang disita polisi. (istimewa)



    Banda Aceh: Seorang Pengawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Perhubungan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta ditangkap polisi di Aceh. Pasalnya PNS itu memiliki narkotika jenis sabu seberat 5,30 gram.

    Kasatresnarkoba Polresta Banda Aceh, AKP Rustam Nawawi, mengatakan tersangka berinisial HH, 37, warga Desa Cempaka Baru, DKI Jakarta. HH ditangkap di Desa Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Aceh, pada pukul 23.00 WIB, Senin, 26 April 2021.

     



    "HH diringkus polisi karena memiliki narkotika jenis sabu seberat 5,30 gram, berdasarkan pengembangan penangkapan terhadap tersangka AR, 37 yang sebelumnya di tangkap di depan pasar Lowak, Lampaseh Aceh pada hari yang sama," kata Rustam, Jumat, 30 April 2021.

    Rustam mengungkapkan, penangkapan kedua tersangka karena saling keterkaitan. Tersangka AR diringkus opsnal Satresnarkoba di depan pasar lowak, Lampaseh Aceh.

    Baca: Penyelundupan Sabu di Sandal Diungkap Polresta Bandara Soetta

    "Kemudian polisi melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti narkotika jenis sabu, yang diletakkan di dalam kaleng kotak rokok warna kuning pada kantung celana sebelah kanan milik tersangka AR," ujarnya.

    Setelah dilakukan pemeriksaan, AR mengaku membeli dari seorang laki-laki melalui perantara HH, Keduanya menggunakan narkoba tersebut bersama-sama di rumah HH. Saat penggeledahan, ditemukan barang bukti alat hisap sabu, yang diletakkan di atas meja makan di dalam rumah nya.

    “Kami melakukan penangkapan terhadap PNS Dinas Perhubungan DKI Jakarta tersebut dirumahnya serta menemukan alat hisap sabu yang diletakkan diatas meja makan,” ucap Rustam.

    Baca: Empat Pejabat Pemkot Makassar Pemakai Narkoba Dicopot

    Rustam menjelaskan, saat dilakukan pemeriksaan AR mengakui sabu sebanyak tiga paket yang ditemukan dalam kaleng rokok benar miliknya yang di pesan dari seorang perantara HH sebanyak satu paket sabu seharga Rp 3 juta.

    "Dengan perjanjian pembayaran apabila sabu tersebut terjual, maka akan dibayarkan pada pemiliknya, AR juga mengakui bahwa sudah dua kali membeli narkotika jenis sabu itu dari laki-laki berinisial JAL dalam waktu berbeda," jelasnya.

    Sementara itu, barang bukti yang telah disita berupa tiga bungkus plastik narkotika jenis sabu seberat 5,30 gram, dua unit HP, satu kaca pirex, satu pipet plastic warna bening, tiga plastik bening, dua bungkus kotak rokok, satu gulungan plastic warna bening serta satu unit sepeda motor merk Yamaha Mio, warna merah putih dengan Nopol BL 3357 JQ.

    Kedua tersangka kini mendekam disel tahanan Polresta Banda Aceh dan dijerat Pasal 112 ayat (1) dari UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id