Pasokan Elpiji 3 Kg di Jepara Ditambah

    Rhobi Shani - 10 April 2021 10:52 WIB
    Pasokan Elpiji 3 Kg di Jepara Ditambah
    Pekerja agen menata tumpukan gas LPG/medcom.id/Rhobi Shani



    Jepara: Pasokan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, ditambah. Hal itu untuk mengantisipasi kelangkaan gas elpiji akibat lonjakan konsumsi saat Ramadan.

    Kasubag Sumber Daya Alam pada Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Jepara, Heru Sutamaji, mengatakan berkaca pada Ramadan sebelumnya, di bulan suci terjadi peningkatan konsumsi gas melon itu. Lonjakan itu terjadi pada konsumsi rumah tangga dan usaha mikro.






    "Untuk mengantisipasi kelangkaan, maka untuk Ramadan (pasokan) ditambah," ujar Heru, Sabtu, 10 April 2021.

    Persediaan gas bersubsidi di Bumi Kartini saat ini sangat aman. Tahun ini Kota Ukir mendapatkan jatah 10.981.000 juta tabung. Konsumsi gas LPG 3 kilogram tiap bulan rata-rata 900 ribu tabung.

    Baca: Pasokan BBM, LPG, dan Avtur di 3 Wilayah Ini Aman

    "Jumlah itu bisa saja ditambah tiga sampai lima persen dari kuota selama setahun, kami pastikan stok aman," kata Heru.

    Tiap agen mendapat tambahan pasokan gas bersubsidi beragam. Itu dilakukan untuk memastikan ketersedian gas LPG di pangkalan aman selama Ramadan. Ada 17 agen yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Jepara.

    Manajer Operasional PT Koes Putro Negoro, Winarso, mengatakan setiap bulan pihaknya mendapat jatah 43.680 tabung gas bersubsidi. Pada Senin, 12 April 2021, pihaknya akan mendapat tambahan gas LPG 3 kilogram sebanyak 1.120 tabung.

    Baca: Pertamina Pastikan Kebutuhan BBM dan Elpiji di Area Terdampak Banjir Terpenuhi

    "Tidak hanya sini saja, semua agen dapat (tambahan) tapi jumlahnya beda-beda," ujar Winarso ditemui di SPBU Bulu Jepara.

    Menjelang Ramadan hingga Lebaran terjadi peningkatan konsumsi gas tabung melon. Karena banyak masyarakat yang menggelar hajatan di bulan Ruwah, penanggalan Jawa. Tak pelak, stok di tingkat pengecer sering kali terlambat.

    "Kalau bulan Ruwah seperti ini pasti kebutuhan masyarakat meningkat. Sebab orang-orang punya gawe. Seperti nikahan atau hajatan lainnya. Jadi sebetulnya tidak ada kelangkaan," kata Winarso.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id