Peredaran Sabu Senilai Rp10 Miliar di Muba Digagalkan

    Gonti Hadi Wibowo - 07 April 2021 20:08 WIB
    Peredaran Sabu Senilai Rp10 Miliar di Muba Digagalkan
    Kapolres Muba AKBP, Erlin Tangjaya, saat memberikan keterangan pers kepada media terkait peredaran 10 Kg sabu. Dokumentasi/ Istimewa



    Muba: Peredaran 10 kilogram narkoba jenis sabu dari seorang bandar berinisial ARJ,37, di Musi Banyuasin (Muba) digagalkan polisi.

    Penangkapan bandar narkoba itu terjadi di jalan Sekayu-Sungai Lilin C2, Dusun VII, Desa Srigunung, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba, Selasa, 6 April 2021.






    "Kasus sabu ini adalah pengungkapan terbesar yang berhasil diungkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Muba," kata Kapolres Muba AKBP, Erlin Tangjaya, di Muba, Rabu, 7 April 2021.

    Baca: Jatim Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

    Erlin mengatakan penangkapan bermula setelah pihaknya mendapatkan informasi bahwa akan terjadi transaksi narkoba di Muba. Dari laporan itu kemudian anggota yang dipimpin langsung oleh Kasatres Narkoba AKP Jon Roni Hasibuan langsung melakukan penyelidikan.

    Diketahui keberadaan pelaku dengan ciri-ciri berambut gondrong menggunakan sepeda motor di kawasan Sungai Lilin. Selang beberapa waktu, anggota melihat seseorang dengan ciri-ciri tersebut dan langsung berusaha menghentikan pelaku yang menggunakan sepeda motor.

    Pelaku yang saat itu terlihat panik langsung kabur dan anggota langsung melakukan pengejaran.

    "Setelah berhasil diamankan kemudian dilakukan pemeriksaan dan ditemukan didalam tas ransel warna hitam yang dibawa pelaku narkoba sebanyak 10 bungkus yang dikemas dengan kemasan teh, 5 bungkus merek Guanyiwang, 3 bungkus merek Refined Chinese Tea, dan 2 bungkus merek Qing Shan," jelasnya.

    Erlin menjelaskan ARJ ini adalah salah satu jaringan bandar narkoba yang ada di Muba yang berhubungan langsung dengan bandar yang ada di luar kota.

    Dari penangkapan itu, Porles Muba bisa menyelamatkan setidaknya 40 ribu jiwa. Sedangkan untuk sabu 10 kilogram itu ditaksir seharga Rp10 miliar.

    "Tersangka akan dijerat dengan pasal primer 114 ayat subsider pasal 112 ayat (2) dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun," ungkapnya.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id