Korban Longsor Nganjuk Dapat Pengobatan Trauma

    Daviq Umar Al Faruq - 23 Februari 2021 15:36 WIB
    Korban Longsor Nganjuk Dapat Pengobatan Trauma
    Maharesigana UMM memberikan dukungan psikososial kepada penyintas bencana di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dokumentasi/ istimewa.



    Nganjuk: Korban bencana longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mendapat pengobatan psikologis dari Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dua tim yang dibentuk untuk memulihkan warga yang trauma, mulai dari usia anak-anak hingga orang dewasa.

    Satu tim saat ini telah berada di desa tersebut sejak Sabtu, 20 Februari 2021 dan memberikan dukungan psikososial bagi para penyintas.




    "Setiap tim terdiri dari 5 mahasiswa dari berbagai fakultas. Fokus mereka pada kegiatan psikososial baik untuk dewasa maupun anak-anak," kata Ketua Maharesigana UMM, Rindya Fery Indrawan, Selasa, 23 Februari 2021.

    Baca: Kereta Wilayah Daop 3 Sudah Dapat Melintas

    Koordinator Tim Psikososial Kelompok I, Ahmad Hendra Purwanto, mengatakan setelah melakukan assessment selama tiga hari di tempat pengungsian, para pengungsi saat ini menyampaikan banyak keluhan baik secara fisik maupun kondisi psikologi. Mulai dari ketakutan, rasa khawatir, gelisah bahkan rasa bersalah yang sangat dalam.

    "Ada seorang nenek yang terus menyesali keputusannya membiarkan cucunya pulang ke rumah orang tuanya. Si nenek bilang, seandainya saja ia menahan si cucu, mungkin hingga kini cucunya masih hidup. Tidak terkubur longsor bersama ayah ibunya," jelas Hendra.

    Hendra menjelaskan kondisi tersebut menjadi fokus tim untuk melakukan Psychological First Aid (PFA) atau tindakan humanis untuk menghindari kondisi psikologis yang lebih buruk.

    Tidak hanya bagi orang dewasa, tim Maharesigana UMM juga fokus pada anak-anak yang juga mengalami tantangan tersendiri. Mereka didera rasa bosan dan juga keinginan yang kuat untuk dapat beraktivitas seperti biasa, padahal keadaan masih belum memungkinkan.

    "Layanan dukungan psikososial untuk anak-anak kami berikan dengan membuat jadwal untuk mereka agar tidak jenuh. Jika sebelumnya banyak komunitas atau lembaga lain terus mengajak bermain, kini waktunya kami atur. Kasihan kalau diajak bermain terus anak-anak juga akan lelah dan itu tidak baik untuk imun mereka, apalagi di masa pandemi seperti ini," ungkap Hendra.

    Hendra lalu menguraikan, penjadwalan dilakukan meliputi kegiatan senam di pagi hari, assesment, istirahat, dan mengaji. Ragam ini penting agar anak-anak tidak merasa jenuh.

    "Baik pengungsi dan tim harus mendapat istirahat yang cukup, sehingga kondisi tubuh tetap terjaga. Selain itu, kondisi fisik dan spiritual juga tetap harus diperhatikan. Untuk ibu-ibu akan didatangkan ustadzah untuk mengajar mengaji," ujarnya.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id