Ribuan Penerima Bansos Covid-19 di Jember Tak Tepat Sasaran

    Antara - 04 Januari 2021 07:32 WIB
    Ribuan Penerima Bansos Covid-19 di Jember Tak Tepat Sasaran
    Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Arif Firmansyah)
    Jember:  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan ribuan penerima bantuan sosial covid-19 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak tepat sasaran berdasarkan laporan hasil pemeriksaan kepatuhan atas belanja pengadaan barang/jasa tahun 2019 dan belanja penanganan covid-19 tahun 2020.

    Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengatakan berdasarkan laporan tersebut, BPK menyimpulkan Pemkab Jember tidak melaksanakan belanja pengadaan barang/jasa tahun 2019 dan penanganan covid-19 tahun 2020 sesuai ketentuan dalam semual hal yang material.

    "Kami sudah menerima laporan BPK tersebut sebanyak 307 halaman dan hasilnya cukup mengejutkan," kata Halim, Minggu, 3 Januari 2021.

    BPK, ujar dia, menyimpulkan penyaluran bansos covid-19 di kabupaten setempat tidak didukung pendataan memadai, serta belum seluruhnya didukung bukti pertanggungjawaban. Sehingga penerima bantuan manfaat belanja tidak terduga covid-19 yang ditetapkan dengan surat keputusan (SK) bupati tidak seluruhnya valid,

    "Dari laporan BPK tercatat sebanyak 3.783 nomor induk kependudukan (NIK) penerima bansos covid-19 berstatus telah meninggal pada data kependudukan," tutur dia.

    Baca juga: 2 Stadion di Kaltim Ditutup Cegah Penularan Covid-19

    Selain itu, lanjut Halim, BPK juga menemukan sebanyak 1.670 pemilik KTP telah pindah ke luar Jember pada 2011 hingga 2019, kemudian 326 NIK dengan pekerjaan pegawai negeri sipil (PNS).

    Bantuan tidak tepat sasaran juga ditemukan sebanyak 91 NIK dengan pekerjaan anggota TNI dan sebanyak 20 NIK dengan pekerjaan Polri.

    Ia menjelaskan ribuan pemilik NIK tersebut masuk dalam penerima bansos sebanyak 228.541 orang untuk penanganan covid-19 di Kabupaten Jember.

    "Hasil temuan BPK itu merupakan indikasi kinerja Satgas Penanganan Covid-19 Jember sangat buruk, bahkan diduga menunjukkan terjadinya penyimpangan karena bantuan tidak tepat sasaran," ungkapnya.

    Sebelumnya, Pemkab Jember mengalokasikan anggaran penanganan covid-19 sebesar Rp479,4 miliar pada 2020 dan anggaran tersebut tercatat terbesar kedua di tingkat kabupaten se-Indonesia.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id