2 Helikopter dan 3 Kompi TNI Dikerahkan Evakuasi Korban Erupsi Semeru

    Antara - 05 Desember 2021 00:03 WIB
    2 Helikopter dan 3 Kompi TNI Dikerahkan Evakuasi Korban Erupsi Semeru
    Warga terdampak erupsi Gunung Semeru dievakuasi di Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu, 4 Desember 2021. ANTARA/HO-Muhammad Sidkin Ali/Radar Semeru



    Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengatakan pihaknya menyiapkan dua unit helikopter untuk evakuasi korban letusan Gunung Semeru. Selain itu ada tiga satuan setingkat kompi TNI yang dikerahkan untuk membantu penanganan.

    "Saya tadi sudah koordinasi dengan Kasdam Brawijaya, sudah juga membuat surat kepada Panglima TNI sudah koordinasi, kami pastikan tiga satuan setingkat kompi bisa membantu Pak Bupati di lapangan malam ini untuk melakukan penanganan awal," kata Suharyanto dalam konferensi pers, Sabtu, 4 Desember 2021.

     



    Baca: Pemeran Video Pornografi di Bandara YIA Ditangkap di Bandung

    Sementara Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, yang turut bergabung dalam konferensi pers tersebut meminta bantuan pasukan kepada Kepala BNPB untuk penanganan awal maupun membantu evakuasi warga yang masih terjebak.

    Selain itu Suharyanto juga memastikan telah menyiapkan dua unit helikopter yang bisa digunakan sewaktu-waktu apabila evakuasi korban tidak bisa dilakukan melalui jalur darat.

    "Artinya keselamatan rakyat yang diutamakan. Jadi nanti kalau memungkinkan, kalau cuacanya bagus, BNPB akan menyiapkan dua unit helikopter kalau nanti evakuasi lewat darat tidak bisa, delapan orang yang terjebak akan kami upayakan untuk bisa dievakuasi," jelas Suharyanto.

    Wakil Bupati Lumajang, Indah Masdar, mengatakan di Desa Sumberwuluh yang terdapat area tambang terdapat dua orang yang hilang. Selain itu ada sekitar delapan orang yang terjebak di area tambang.

    Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Dusun Poncokusumo melaporkan kronologi kejadian guguran awan panas Gunung Semeru tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 mm.

    "Pada pukul 15.10 WIB Pos Gunung Sawur melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Desa Besuk Kobokan beraroma belerang," ungkap Suharyanto.
     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id