DPRD Jatim Sayangkan Kebutuhan Gula Industri dan IKM Dipasok dari Luar

    Amaluddin - 08 Juni 2021 21:44 WIB
    DPRD Jatim Sayangkan Kebutuhan Gula Industri dan IKM Dipasok dari Luar
    Komisi B DPRD Jatim saat melakukan Kunjungan Kerja ke PT Kebun Tebu Mas di Lamongan, Selasa, 8 Juni 2021. Dokumentasi/ Istimewa



    Surabaya: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur menyayangkan kebutuhan gula industri dan Industri Kecil Menengah (IKM) Jatim dipasok dari luar daerah. Hal ini diketahui ketika DPRD Jatim melakukan Kunjungan Kerja ke PT Kebun Tebu Mas di Lamongan.

    "Gula yg dipasok dari luar daerah itu, tentu mengakibatkan timbulnya biaya tinggi dalam proses produksi. Karena mereka harus mengeluarkan tambahan biaya transportasi lagi," kata Ketua Komisi B DPRD Jatim, Aliyadi Mustafa, Selasa, 8 Juni 2021.

     



    Baca: ASN Kabupaten Jepara Kembali WFH

    Kondisi tersebut menyusul adanya Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) nomor 3/2021, yang menyebutkan bahwa pabrik yang dapat mengolah rafinasi dibatasi hanya bagi pabrik yang izin usahanya terbit sebelum 25 Mei 2010. Sedangkan pabrik pengolah gula rafinasi di Jatim tidak ada yang memenuhi kriteria tersebut.

    "KTM harus terus menerus memberikan manfaat untuk Jatim. Karena bagaimanapun juga PG ini kan mitra pemerintah untuk memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat. Intinya apa yang ada dalam Permen, paling tidak harus berikan arti positif bagi PG di Jatim dan masyarakat Jatim," jelas Aliyadi.

    Hal yang sama juga diutarakan oleh Anggota Komisi B DPRD Jatim, Subianto dari Fraksi Demokrat, Daniel Rohi dari Fraksi PDI Perjuangan serta Rohani Siswanto dari Fraksi PPP bahwa Komisi B akan terus mengawal persoalan ini hingga ke Jakarta.

    "Karena apapun bentuknya, kebutuhan industri di Jatim harusnya disuplai dari sini. Kalau disuplai dari sini biaya atau ongkosnya lebih murah, kalau dari daerah lain ada tambahan biaya trasnportasi. Kasihan para pelaku UMKM dan industri mamin. Kami ingin perekonomian Jatim lebih kondusif," kata Subianto.

    Terlebih keberadaan KTM selama ini juga telah memberikan keuntungan pada petani, karena Sistem Pembelian Tebu ( SPT) dilakukan secara transparan dan rendemen yang diukur juga transparan sehingga petani senang dan berbondong bondong memasukan tebu mereka kesini.

    "Kedepan, apa yang sudah dilakukan yang sudah baik kami harap terus ditingkatkan dan yang kurang baik tentunya harus dipenuhi. Kedua, giling disamakan waktunya dengan PG lain sehingga tidak sampai berebut bahan baku dan semuanya bisa enjoy,” katanya.

    Sementara Kepala Disperindag Provinsi Jatim, Drajat Irawan, menambahkan bahwa penentuan kuota impor ditentukan dalam Rapimtas di Kementerian Lembaga dan sama sekali tidak melibatkan pemerintah provinsi. Padahal Jatim adalah pengguna rafinasi terbesar kedua setelah Jawa Barat, dengan rata-rata kebutuhan sebesar 27.000 Ton per bulan atau sebesar 324.000 Ton per tahun.

    "Variabelnya jelas, yang dapat ijin impor hanya 11 perusahaan di luar Jatim sehingga harus ada biaya transportasi. Kedua KTM telah membangun PG dengan teknologi yang tidak bisa ditransformasikan, sehingga ketika kebutuhan gula rafinasi disuplai dari sini maka akan ada efisiensi. Tetapi di sisi lain Permenperin itu juga ada semangat lumbung pangan. Ini yang harus dipikirkan juga," ungkap Drajat.

    Pada kesempatan tersebut, Direktur KTM Agus Susanto menyatakan komitmennya untuk membantu pemerintah menyukseskan swasembada gula nasional, salah satunya melalui kebijakan beli putus dan jaminan rendemen minimal 7 persen kepada petani tebu yang menjadi mitra KTM.

    "Melalui kebijakan ini, petani menjadi senang dan merasa diuntungkan sehingga mereka memiliki gairah untuk memperluas lahan tebu mereka,” ujarnya.

    Hingga saat ini total lahan tebu petani yang menjadi mitra KTM mencapai 9.761 hektare dan lahan milik sendiri/ Kerjasama yang dikelola oleh KTM mencapai 14,94 persen dari target 4.457 hektar sesuai dengan aturan Permentan No. 98 Tahun 2013 tentang Perizinan Usaha Perkebunan , yang tersebar di Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan Gresik.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id