Klaster Sekolah Akibat PTM di Tasikmalaya Belum Ditemukan

    Media Indonesia.com - 23 September 2021 11:36 WIB
    Klaster Sekolah Akibat PTM di Tasikmalaya Belum Ditemukan
    Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, meninjau pelaksanan pembelajaran tatap muka (PTM) diSMAN 5 Kota Tasikmalaya, Senin (20/9). MI/Adi Kristiadi



    Tasikmalaya: Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, masih dilaksanakan untuk jenjang tingkat SD dan SMP. Sebelumnya, pelaksanaan PTM di SDN Gunung Lipung dan SDN Kudang Uyah, sempat ditutup selama lima hari setelah ditemukannya dua guru pengajar terpapar covid-19.

    "Kami terpaksa harus menutup dua sekolah di SDN Gunung Lipung dan SDN Kudang Uyah, setelah ditemukannya guru pengajar terpapar covid-19. Pelajar dan guru di dua sekolah itu harus melakukan pemeriksaan guna memutus mata rantai virus korona," Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Budiaman Sanusi, Kamis, 23 September 2021.

     



    Budiman mengatakan, pelaksanaan PTM terbatas terus dipantau dan dievaluasi Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemot Tasikmalaya. Dia mengungkap, hasil pemeriksaan antigen terhadap guru dan anak didik tidak ditemukan siswa maupun pengajar terpapar covid-19.

    Pihaknya, jelas Budiman, bersama Dinas Kesehatan melaksanakan tes acak antigen di sekolah untuk memastikan guru dan siswa tersebut sehat. Selain untuk mendeteksi dini penyebaran virus korona.

    Baca: Ganjar Minta Tiap Sekolah Punya Satgas Covid-19

    Bagi guru pengajar dan siswa diwajibkan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hindari kerumunan dan membatasi mobilitas. Dia berharap, dengan menerapkan protokol kesehatan bisa memutus penyebaran covid-19.

    "Dinas Pendidikan tidak memiliki alat rapid tes antigen untuk pencegahan di sekolah, tetapi ada langkah yang dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona kita terapkan," paparnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra, mengatakan pihaknya membenarkan ada dua guru honorer yang mau melaksanakan seleksi PPPK dari hasil rapid tes antigen positif. Petugas kesehatan sudah melakukan tracing ke sekolah. Hasil pemeriksaan tidak menemukan guru maupun siswa positif dan semuanya sehat

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id