Pemkot Depok Jemput Korban Bus Subang

    Octavianus Dwi Sutrisno - 19 Januari 2020 02:06 WIB
    Pemkot Depok Jemput Korban Bus Subang
    Ilustrasi. Medcom.id.
    Depok: Pemerintah Kota Depok bergerak cepat merespons insiden bus maut di Ciater, Subang, Jawa Barat. Pemkot mengerahkan personel ke RS Ciereng, Subang.

    "Menjemput jenazah dan korban (luka). Mereka berangkat bersama Camat, Lurah, Tim Kesehatan, Tim Damkar berangkat ke sana. 15 ambulans diturunkan," Ucap Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna Minggu 19 Januari 2020.

    Insiden kecelakaan Bus yang membawa puluhan warga Kota Depok di wilayah Nagrok Kecamatan Ciater Kabupaten Subang Jawabarat menyimpan duka mendalam, bagi keluarga korban. Sebanyak delapan orang meninggal dunia, 10 orang luka berat, 20 lainnya luka ringan akibat insiden tersebut.

    Di Depok, Pradi telah menyiapkan posko di Kelurahan Pondok Terong. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pendataan ketika korban tiba.

    "Seluruhnya akan dibawa kesini (posko), nanti korban dikembalikan kepada keluarga. Nanti ada yang memang harus ditangani di sana (RSUD Ciereng Subang), kalau ada yang harus ditangani khusus maka langsung di bawa pulang," jelasnya.

    Diterangkannya, kejadian kecelakaan maut itu menimpa kader Posyandu yang berasal dari 13 RW di Kelurahan Cipayung, Bojong Pondok Terong Kota Depok. Pradi menuturkan, niat mereka berangkat ke Gunung Tangkuban Perahu untuk berekreasi. 

    "Ini berita yang cukup mengagetkan buat kami ada kejadian musibah yg menimpa warga Depok. Awalnya berniat liburan, rekreasi namun ada kehendak lain dari yang maha kuasa," bebernya.

    Selanjutnya Pradi menuturkan bela sungkawa kepada seluruh keluarga korban atas kejadian tersebut, diakuinya dia sempat berencana untuk melakukan kegiatan bersama ibu - ibu kader posyandu yang menjadi korban kecelakaan itu.

    "Rencananya memang ada yang mau berangkat lagi, tapi ternyata ada kejadian seperti ini. Kami sangat prihatin dan berduka atas insiden yang dialami para korban," tandasnya.

    Di sisi lain, Kapolres Subang AKBP Teddy Fanani kepada Medcom. id mengatakan belum ada penambahan jumlah korban yang meninggal dunia. Menurut dia, Minggu 19 Januari 2020 direncanakan olah TKP kecelakaan sacara keseluruhan akan digelar.

    "Besok dari Kakorlantas Mabes Polri, dan Dirlantas Polda Jabar yang akan melakukan olah TKP di lokasi kejadian," pungkasnya.

    Sebelumnya Kecelakaan tunggal yang terjadi di Kampung Nagrok, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, dialami oleh bus pariwisata PO Purnamasari dengan nomor polisi E 7508 W. berdasarkan keterangan saksi-saksi, baik penumpang maupun warga setempat, sebelum kecelakaan terjadi, bus melaju dari arah Bandung atau selatan menuju Subang atau Utara. Bus melaju dalam kecepatan sedang.

    Saat melaju di jalan menurun, tepatnya di Kampung Nagrok, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, bus mulai tidak terkendali. Tiba di tikungan tajam ke kiri, bus terguling lalu berhenti di badan jalan.




    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id