Drone Canggih untuk Perkembangan Pertanian

    Daviq Umar Al Faruq - 19 Januari 2020 17:20 WIB
    Drone Canggih untuk Perkembangan Pertanian
    Pesawat tanpa awak (drone) buatan dosen UMM yang mendukung sektor pertanian Indonesia, Minggu, 19 Januari 2020. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq
    Malang: Dosen Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Wahono, menciptakan pesawat tanpa awak (drone) untuk mendukung dunia pertanian Indonesia. Sejauh ini sudah ada tiga jenis pesawat yang dibuat.

    Pesawat pertama, Farm Mapper yang memiliki kemampuan terbang serta landing vertikal untuk melakukan pemetaan lahan pertanian dengan daya jangkau 400-500 hektare.

    Pesawat kedua, Motodoro MX berjenis Flying Wing dengan kemampuan yang lebih efisien dari Farm Mapper karena sekali terbang bisa memetakan lahan pertanian sekitar 700 hektare. Ketiga, Spraying Robot Indonesia (SRI) yang berfungsi untuk menyiram tanaman, penyemprotan pestisida, dan pupuk cair dari udara.

    "Aplikasi untuk pupuk dan pestisida oleh SRI ini smart, karena ia hanya menyemprot pada tempat yang membutuhkan dan dalam jumlah yang diperlukan dengan kapasitas 23 liter dan jangkauan 10 hektare dalam 1 jam," kata Wahono saat dikonfirmasi, Minggu, 19 Januari 2020.

    Wahono menjelaskan data tanaman yang membutuhkan pupuk serta pestisida itu bisa didapatkan dari Farm Mapper maupun Motodoro MX. Selain itu, SRI juga memiliki sistem kerja yang berfungsi melakukan pemilahan atas tanaman yang sehat dan yang berpenyakit. Karena SRI memiliki sensor yang lebih presisi dan lebih akurat secara kuantitatif. 

    "Jadi dari sensor itu bisa menganalisis tingkat kesehatan tanaman, sehingga lebih objektif. Tanpa perlu turun kelapangan," jelas Wahono.

    Lewat tiga pesawat ini, Wahono berharap mampu menyelesaikan berbagai persoalan pertanian di Indonesia. Sebab, dengan teknologi pertanian maka produktifitas tanaman bisa ditingkatkan dengan biaya yang lebih efisien.

    Sebelumnya tiga pesawat ini sempat dilirik oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy. Sebab Muhadjir sendiri ingin sektor pertanian di Indonesia mampu menggunakan teknologi canggih sehingga, tingkat ekonomi di pedesaan dapat semakin meningkat.

    "Jadi ini pengembangan drone untuk digunakan di sektor pertanian. Ini tinggal mendesiminasi saja saya rasa. Tinggal bagaimana digunakan betul-betul secara luas dan diadopsi oleh para petani terutama di sektor pedesaan," kata Muhadjir beberapa waktu lalu.

    Muhadjir menjelaskan dengan menggunakan drone tersebut, para petani bisa mengawasi lahan pertaniannya dengan lebih cepat. Salah satu contohnya, kemampuan jangkauan SRI hingga 10 hektare dalam waktu 1 jam.

    "Kecepatannya beribu-ribu kali lipat dari manual. Kemudian juga bisa mendeteksi mana dari tanaman yang berpenyakit atau tidak. Sehingga nanti ketika mengatasi penyakit itu tidak asal semprot, tapi betul-betul diarahkan kepada bagian yang harus ditangani itu," pungkas Muhadjir.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id