Panitia Kongres V PAN Dinilai Diskriminatif

    Lukman Diah Sari - 11 Februari 2020 11:14 WIB
    Panitia Kongres V PAN Dinilai Diskriminatif
    Kericuhan di lokasi Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin, 10 Februari 2020. Foto: ANT/Jojon
    Kendari: Kongres ke-V Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, disebut dibuat ricuh para pendukung calon Ketua Umum PAN Mulfachri Harahap. Lima Laptop milik panitia diduga dirampas akibat kericuhan tersebut.

    Pendukung Mulfachri Harahap, Abdul Munir Sara, membantah pihaknya membuat ricuh. Dia menegaskan hanya melakukan tindakan tegas terhadap panitia. 

    "Hanya dorong-dorongan biasa. Kami hanya mempertegas karena panitia diskriminatif," kata  Munir, Senin, 10 Februari 2020. 

    Pihaknya meminta panita menjalankan peraturan dan makenisme kongres yang sudah ditetapkan steering commite (SC). Pendaftaran peserta kongres dilakukan di lokasi, di Hotel Claro, Kendari.

    "Pendaftaran itu harus dilakukan masing-masing peserta, bukan kolektif," ujar Ketua Badan Humas dan Media Massa Barisan Muda Penegak Amanat Rakyat (BM PAR) itu.

    Munir menuturkan yang terjadi justru pendukung petahana Zulkifli Hasan (Zulhas) mendaftar bukan di lokasi kongres. Melainkan di Makassar, di lokasi konsolidasi. 
     
    "Semua mekanisme yang diputuskan SC itu dilanggar panitia dan Zulhas. Masing-masing mereka sudah mengantongi ID peserta. Sementara voters di luar pendukukung Zulhas, harus mengantre berjam-jam," tuturnya.

    Munir mengungkap masalah lainnya.  Panitia tidak menyediakan penginapan kepada peserta selain pedukung petahana.  Dia mengaku banyak kader PAN berada di luar kongres. 

    "Voters pendukung Mulfachri masih banyak yang di luar. Seluruh kamar hotel disabotase. Jadi kalau ada dorong-dorongan, ya wajar," imbuhnya. 

    Dia menduga Zulkifli Hasan bermain kotor dengan panitia kongres. Sementara itu, SC tengah melakukan rapat saat ini.

    Sebelumnya, pendukung calon Ketua Umum PAN Mulfachri Harahap disebut membuat kericuhan jelang dibukanya Kongres ke V PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara. Lima Laptop milik panitia diduga dirampas akibat kericuhan tersebut.
     
    Keributan terjadi setelah sekelompok orang meminta panitia menghentikan proses pendaftaran peserta. Kongres PAN ditutup pukul 12.00 Wita, dengan alasan pendaftaran peserta seharusnya hanya dilakukan sejak pukul 08.00-12.00 Wita.
     
    Namun, hingga pukul 14.30 WITA pendaftaran peserta justru masih dibuka panitia. Beruntung ada petugas yang berjaga mendesak massa itu turun ke lantai dasar Hotel Claro tempat kongres PAN berlangsung.





    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id