Ramai-Ramai Ambil Paksa Jenazah Covid-19 dari Rumah Sakit

    Medcom - 13 Juni 2020 10:10 WIB
    Ramai-Ramai Ambil Paksa Jenazah Covid-19 dari Rumah Sakit
    ilustrasi Medcom.id
    Jakarta: Sejumlah orang di beberapa daerah melakukan pengambilan paksa terhadap kerabat atau saudara mereka yang menigggal di rumah sakit karena covid-19. Tak peduli bahaya penyebaran penyakit, sanak saudara melakukan pemakaman sendiri tanpa adanya protokol kesehatan.

    Di Makassar misalnya, insiden tersebut terjadi tidak hanya satu kali. Pengambilan paksa jenazah yang sempat viral di media sosial tersebut langsung ditanggapi polisi hingga dilakukan penyelidikan.

    Kasus pertama yaitu pengambilan paksa jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi, Makassar, Senin, 3 Juni 2020. Namun peristiwa ini baru diselidiki pekan ini dan hasilnya dua orang ditetapkan tersangka.

    Seolah tersulut, puluhan orang juga melakukan hal serupa terhadap jenazah PDP di Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 5 Juni 2020. Petugas gugus tugas covid-19 yang ada di lokasi tak bisa berbuat banyak dan warga pun membawa jenazah itu ke Jalan Rajawali, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

    Lantaran belum ada ketegasan dari aparat, warga masih belum gentar untuk mengambil paksa jenazah kerabatnya di rumah sakit. Di RS Stella Maris Makassar, pada Minggu malam, 7 Juni 2020, insiden serupa terulang. Warga berbondong-bondong mengambil paksa jenazah K yang merupakan PDP dari ruang isolasi. Selengkapnya, di sini.

    Pengambilan paksa jenazah diduga lantaran minim informasi yang diterima keluarga dari pihak rumah sakit yang melakukan perawatan. Keluarga yang tak sabar lebih memilih mengambil tindakan singkat dan enggan menunggu keterangan dari pihak rumah sakit. Selengkapnya, di sini.

    Buntut dari pengambilan paksa jenazah tersebut, polisi menangkap 31 orang dari beberapa kasus. Beberapa diantaranya juga ditetapkan tersangka dengan ancaman pasal Pasal 214, 335, 207 KUHP dan pasal 93 UU no 6 tahun 2018 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Selengkapnya, di sini.

    Tak ingin ada penyebaran covid-19 dari pengambilan paksa jenazah, polisi bersama tim gugus covid-19 bergerak cepat melakukan rapid test dan tes swab. Hasil dari pemeriksaan tersebut lima orang yang berstatus saksi dinyatakan reaktif dan langsung dilakukan isolasi di salah satu hotel. Selengkapnya, di sini.

    Tak ingin kecolongan, Polrestabes Makassar menyebar ratusan anggotanya ke beberapa rumah sakit rujukan covid-19. Penjagaan dilakukan untuk menghalau warga yang hendak mengambil paksa jenazah covid-19. Selengkapnya, di sini.

    Bukan hanya di Makassar, pengambilan paksa jenazah PDP covid-19 juga terjadi di Rumah Sakit Mekarsari, Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin siang, 8 Juni 2020. PDP yang diambil paksa pihak keluarga merupakan warga Desa Srimukti, Kampung Gabus Dukuh, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Dia masuk rumah sakit pada Rabu, 3 Juni 2020.

    Namun polisi tidak melakukan penangkapan terhadap pengambil paksa jenazah di Bekasi. Tiga orang hanya berstatus saksi dan hanya dimintai keterangan oleh penyidik. Selengkapnya, di sini.

    Kasus serupa terjadi di Surabaya. Sebanyak 10 orang yang menjemput paksa jenazah positif covid-19 di RS Paru Surabaya, Jawa Timur. Para keluarga jenazah juga melakukan pengancaman kepada petugas di rumah sakit untuk memuluskan langkahnya.

    Berbekal keterangan petugas rumah sakit dan rekaman Closed Circuit Television (CCTV), akhirnya polisi menangkap orang-orang yang menjemput paksa jenazah dan menetapkan empat orang sebagai tersangka. Selengkapnya, di sini.

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id