comscore

BMKG Ingatkan Warga Waspada Longsor Jalur Pegunungan Sulteng

Antara - 15 Mei 2022 20:20 WIB
BMKG Ingatkan Warga Waspada Longsor Jalur Pegunungan Sulteng
Alat berat sedang membersihkan material longsor di kilometer 11 jalur Trans Sulawesi atau jalur Toboli-Tawaeli Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (15/5/2022). ANTARA/Moh Ridwan
Palu: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga pengguna jalur transportasi darat di Sulawesi Tengah khususnya kawasan pegunungan agar mewaspadai ancaman tanah longsor karena saat ini hujan diprediksi masih berlangsung tiga hari ke depan.
 
"Jalur Trans Sulawesi atau jalur Tawaeli-Toboli berpotensi longsor saat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, sehingga perlu diwaspadai," kata Fathan, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Minggu, 15 Mei 2022.

Menurut prakiraan BMKG, tiga hari ke depan Sulteng masih diguyur hujan dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat sehingga dapat memicu tanah longsor dan banjir atau genangan.
 
Warga yang melakukan perjalanan melalui jalur darat dan melintas di kawasan pegunungan, di sarankan sebaiknya melintas pada siang hari, sebab hujan diprediksi turun pada sore hingga malam hari.
 
"Tanah longsor tentu menghambat perjalanan, maka sebaiknya menghindari malam hari bepergian guna mengantisipasi kondisi yang dapat membahayakan keselamatan jiwa," ujar Fathan.
Baca juga: Waspada! Potensi Banjir Rob Pesisir Selatan Jawa Barat dan DIY

Kondisi cuaca hari ini menurut BMKG, lima daerah di Sulteng berstatus waspada yakni Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi, Poso dan Morowali Utara, yang mana hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berdurasi lama dapat menimbulkan dampak longsor, genangan/banjir, volume aliran sungai meningkat.

Untuk kawasan pantai, katanya, diprediksi masih cukup aman, meski begitu warga pesisir maupun wisatawan diimbau tetap waspada, bila kondisi cuaca sewaktu-waktu berubah.
 
"Saat ini tempat wisata khususnya pantai masih aman dikunjungi, tetapi kewaspadaan tetap dikedepankan, karena angin kencang dan gelombang tinggi kapan saja bisa terjadi dipicu cuaca berubah-ubah," ucap Fathan.
 
BMKG juga mengimbau, warga perkotaan memperhatikan kebersihan lingkungan dengan cara membersihkan saluran air dan membuang sampah pada tempatnya, sebab hal ini dapat memicu penyumbatan terhadap drainase bila tidak diperhatikan, dan kondisi terparah dapat memicu genangan.
 
"Warga juga perlu memperbaharui informasi cuaca, supaya dapat memantau secara mandiri . Kami juga setiap hari menyampaikan informasi perkembangan cuaca kepada pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya," jelas Fathan.

(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id