comscore

5 Daerah di Jatim Mulai Vaksinasi Booster

Amaluddin - 12 Januari 2022 17:46 WIB
5 Daerah di Jatim Mulai Vaksinasi <i>Booster</i>
Ilustrasi vaksinasi. (Medcom.id)
Surabaya: Vaksinasi booster mulai dilaksanakan di Jawa Timur, Rabu, 12 Januari 2022. Namun, baru lima dari 38 kabupaten/kota di Jatim yang melakukan vaksinasi dosis ketiga itu. 

"Ada lima area yang hari ini menjalankan kick off, besok akan dilanjutkan dengan area-area beberapa kabupaten/kota lainnya," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Erwin Ashta Triyono, di Surabaya, Jatim.
Erwin mengatakan, vaksinasi covid-19 booster ditujukan bagi masyarakat berusia 18 tahun ke atas, dengan prioritas lansia, serta masyarakat risiko tinggi seperti penderita imunokompromais. 

Baca: Omicron Masuk Tangsel, Warga Banten Diminta Waspada

"Kemudian penerima vaksin booster ini juga harus sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap atau dua kali suntik, juga minimal enam bulan setelah penyuntikan dosis kedua," ujarnya. 

Earwin mengungkap, vaksin bagi pasien yang sudah melakukan dosis pertama dan kedua menggunakan Sinovac, akan diberikan vaksin booster setengah dosis Pfizer atau AstraZeneca. 

"Sedangkan untuk vaksin primer Astra Zeneca atau vaksin dosis pertama dan kedua Astra Zeneca, akan diberikan vaksin booster setengah dosis Moderna," katanya.
 

Pemerintah siap memfasilitasi kebutuhan vaksin untuk masing-masing kabupaten/kota. Pemprov juga akan langsung mendistribusikan jika menerima jatah vaksin dari pusat.

"Prinsipnya semua kabupaten/kota akan melakukan vaksinasi booster. Untuk teknisnya masing-masing kabupaten/kota sudah punya petanya, seperti Surabaya sudah punya target-target yang harus dipenuhi, cuma ini spesial untuk lansia," ujarnya.

Vaksinasi covid-19 booster sesuai dengan pertimbangan para peneliti dalam dan luar negeri, serta sudah dikonfirmasi oleh Badan POM dan ITAGI. Seluruh kombinasi sudah mendapatkan persetujuan dari BPOM dan juga rekomendasi dari ITAGI. 

"Kombinasi vaksin booster ini juga sudah sesuai dengan rekomendasi WHO, di mana pemberian vaksin booster dapat menggunakan vaksin yang sejenis, atau homolog atau juga bisa vaksin yang berbeda atau heterolog," jelasnya.

Baca: Ada 8 Kasus Omicron Penularan Lokal di Jabar

Heterolog diartikan sebagai vaksinasi booster yang menggunakan jenis vaksin berbeda, dengan dosis pertama dan dosis kedua. Sementara Homolog merupakan vaksinasi booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama seperti vaksinasi dosis pertama dan kedua.

Vaksinasi booster ini akan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah seperti Puskesmas, rumah sakit pemerintah, maupun rumah sakit milik pemerintah daerah, serta pos vaksinasi lainnya yang ditentukan oleh daerah masing masing.

"Dengan jumlah sasaran 100 orang meliputi Guru, Pengurus masjid, Ormas, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB), dan wartawan," ujarnya. 

(LDS)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id