comscore

Dukung Penghapusan Premium, Ridwan Kamil Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik

Media Indonesia.com - 28 Desember 2021 11:42 WIB
Dukung Penghapusan Premium, Ridwan Kamil Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik
Pengendara motor mengisi bahan bakar minyak Pertalite di SPBU, Menteng, Jakarta. (Foto: MI/M Irfan)
Bandung: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendukung rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite, lalu mempercepat tren penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

Rencana penghapusan BBM jenis ini merupakan implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 20 Tahun 2017 yang mensyaratkan standar minimal RPN 91 untuk produk gasoline dan CN 51 untuk gasoil sesuai standar EURO 4.

 



"Penggunaan energi fosil seperti Premium lambat laun akan berhenti dan berkurang. Pengurangan ini juga karena teknologi dan perkembangan EBT di Indonesia khususnya kendaraan listrik mulai bergulir," kata Ridwan Kamil, Selasa, 28 Desember 2021.

Menurut Ridwan Kamil, penghapusan Premium ini hanya masalah waktu. Ibaratnya, kata dia, magrib akan tiba, bahwa perlahan BBM akan berkurang.

Baca juga: 200 Titik Sumbatan di Anak Sungai Penyebab Banjir di Palembang

Namun penghapusan Premium diharapkan tidak berlangsung cepat mengingat masyarakat butuh waktu untuk transisi. Kebijakan pusat diminta jangan sampai merugikan.

"Di mana-mana proses transisi butuh waktu, mudah-mudahan pemerintah pusat bisa lebih bijak melakukan proses transisi tanpa merugikan masyarakat terlalu cepat," tambahnya.

Penghapusan Premium kata Ridwan Kamil dianggap tidak masalah mengingat teknologi kendaraan listrik sudah hadir. Seiring tren tersebut, pihaknya berencana mengebut konversi kendaraan berbasis BBM ke listrik pada 2022.

"Tahun 2022 di Jabar akan kita kebut, bengkel-bengkel akan dilatih untuk mengubah motor bebek biasa ke motor listrik dengan teknologi yang mudah. Tidak harus membeli motor listrik yang baru," ujar dia.

Baca juga: Kader NasDem Kabupaten Malang Dibekali Pendidikan Politik

Proses konversi motor yang lama bisa diubah menjadi motor listrik, ini juga menurutnya akan dibarengi dengan administrasi kendaraan bermotor yang memiliki perbedaan dengan surat-surat kendaraan bermotor konvensional.

"Saat ini untuk tahap awal 100 unit motor lama sedang dikonversi oleh Puslitbang Kementerian ESDM dan Kemenhub akan memfasilitasi perubahan surat-surat kendaraan. Sehingga bisa street legal secara normal," terangnya.

Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) ini memastikan langkahnya merupakan program yang sudah dicanangkan Kementerian ESDM dan Kementerian Perhubungan.

"Program ini diviralkan oleh Pemprov Jabar Kementerian ESDM pada tahun depan resmi akan menghapus Premium dari pasaran. Pemerintah memastikan langkah ini dilakukan dalam agenda transisi energi bersih," katanya. (Naviandri)

(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id