875 Hektare Padi Puso di Klaten

    Djoko Sardjono - 07 September 2019 11:56 WIB
    875 Hektare Padi Puso di Klaten
    Illustrasi. Foto: MI/Arya Manggala.
    Klaten: Tanaman padi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang terdampak kekeringan akibat kemarau mencapai 2.020 hektare. Sebanyak 875 hektare di anaranya mengalami puso. 

    Lahan padi yang kekeringan tersebar di wilayah kecamatan Bayat, Cawas, Trucuk, Gantiwarno, Wedi, Pedan, Ceper, dan Karangdowo. Kekeringan terparah di Kecamatan Bayat dan Cawas.

    "Lahan padi ribuan hektare kekeringan akibat kemarau," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Erni Kusumawati, kepada Media Indonesia, Jumat, 6 September 2019. 

    Erni menerangkan lahan padi yang kekeringan karena pasokan air irigasi terhenti setelah selesai tanam. Padahal, tanaman padi fase vegetatif masih membutuhkan air irigasi.

    Kasi Produksi Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Lilik Nugraharjo berharap Oktober sudah turun hujan. Sehingga, target 4.000 hektare luas tambah tanam (LTT) bulan depan itu tercapai.

    Meski ratusan hektare tanaman padi puso, Lilik tetap optimistis produksi aman atau sama dengan tahun lalu yakni 431.359 ton. Surplus beras sekitar 130.000 ton pun terjaga.

    "Klaten memiliki luas lahan sawah sekitar 33.000 hektare. Diharapkan melalui program LTT, luas tanam padi bisa mencapai 77.000 hektare tahun ini, dengan produktivitas 6,1 ton per hektare," jelasnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id