Bajakah yang Keluar Kalteng Hanya untuk Riset

    Antara - 21 Agustus 2019 14:17 WIB
    Bajakah yang Keluar Kalteng Hanya untuk Riset
    Kayu bajakah dijual di car free day Palangka Raya. (MI/Sriyanti)
    Palangka Raya: Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) Fahrizal Fitri menegaskan tanaman bajakah dilarang keluar Kalteng. Kecuali untuk kepentingan riset.

    "Jadi pengiriman baik melalui bandar udara, pelabuhan dan terminal angkutan darat dilarang," ujar Fahrizal, di Palangka Raya, melansir Antara, Rabu, 21 Agustus 2019. 

    Dia mengungkap dalam waktu dekat akan menerbitkan surat edaran terkait pengaturan bajakah. Dia menegaskan surat edaran wajib dipatuhi semua pihak. 

    Pihaknya pun bakal membentuk tim yang melibatkan seluruh instansi terkait. Tim bakal meneliti khasiat bajakah, membahas hak paten, pengawasan, dan edukasi ke masyarakat.

    "Berkaitan dengan hasil temuan, akan difasilitasi Dinas Kesehatan Kalteng untuk dibawa ke tahapan selanjutnya, termasuk koordinasikan dengan instansi lainnya," ungkapnya.

    Baca: Permintaan Akar 'Sakti' Bajakah Melonjak

    Dia menerangkan Pemprov Kanteng berupaya mengantisipasi eksploitasi bajakah. Dia tidak ingin eksploitasi berdampak ke lingkungan. 

    Fahrizal melanjutkan pihaknya juga ingin melindungi masyarakat. Sebab ada sekitar 200 jenis bajakah dan di antaranya adalah bajakah beracun. 

    "Kami minta agar masyarakat bersabar, sebaiknya bersama-sama kita tunggu hasil riset lebih lanjut," jelasnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id