comscore

Puncak Merapi 624 Kali Alami Gempa Guguran

Media Indonesia.com - 25 Juni 2022 12:41 WIB
Puncak Merapi 624 Kali Alami Gempa Guguran
Ilustrasi--Sebagian destinasi wisata Gunung Merapi di Sleman, DIY kembali dibuka. (Foto: MI/Agus Utantoro)
Yogyakarta: Selama Seminggu, puncak Gunung Merapi diguncang 624 kali gempa guguran pada 17-23 Juni 2022. Kawasan puncak Gunung Merapi diguncang 708 kali gempa dan 70 kali guguran lava.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santosa, mengungkapkan gempa yang terjadi di kawasan puncak itu terdiri dari beberapa jenis gempa.
"Yang terbanyak gempa guguran sebanyak 624 kali," katanya, Sabtu, 25 Juni 2022.

Gempa lainnya, kata dia, tercatat satu kali gempa vulkanik dangkal, 62 kali gempa fase banyak atau multi phase, satu kali gempa low frecuency, 13 kali gempa embusan, serta 7 kali gempa tektonik.

Ia menambahkan meski frekuensi gempa tersebut masih lebih rendah dibanding minggu sebelumnya tetapi aktivitas kegempaan masih cukup tinggi.

Baca juga:  Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar Delapan Kali Sejauh 1,8 KM

Sementara guguran lava terjadi sebanyak 70 kali, tersebut terjauh mencapai jarak hingga 1.800 meter dari puncak. Guguran lava ini didominasi mengarah ke barat daya, arah Sungai Bebeng.

Kubah lava di puncak Gunung Merapi, ujarnya, berdasar analisis gambar morfologi yang diperoleh dari Stasiun kamera Deles5, Tunggularum, Ngepos dan Babadan, pada kubah barat daya tidak teramati adanya perubahan ketinggian kubah. Demikian pula kubah tengah juga tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan.

"Berdasarkan analisis foto volume kubah lava barat daya terhitung sebesar 1.551.000 meter kubik dan kubah tengah terhitung sebesar 2.582.000 meter kubik," katanya.

Pada minggu ini, jelasnya, terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 23 milimeter perjam selama 80 menit di Pos Kaliurang pada 18 Juni 2022. Meski terjadi hujan, tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Baca juga:  Gunung Ile Lewotolok di Lembata NTT Erupsi Lagi

Dengan data-data tersebut, ujarnya, BPPTKG Yogyakarta berkesimpulan, status Gunung Merapi masih dipertahankan dengan tingkat Siaga, karena aktivitas vulkanik yang masih tinggi, berupa erupsi efusif.

Sementara potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. 

Lontaran material vulkanik, lanjutnya, bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

"Kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi kami rekomendasikan, Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini. Sedangkan kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya," terang dia.

(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id