Pasutri Pengedar Sabu di Bandung Ditangkap

    P Aditya Prakasa - 03 Juni 2021 13:56 WIB
    Pasutri Pengedar Sabu di Bandung Ditangkap
    Polisi menangkap pengedar sabu jaringan lapas di Jakarta. Medcom.id/ P Aditya Prakasa



    Bandung: Pasangan suami istri (pasutri) berinisial ST dan AFW ditangkap polisi karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu di Kota Bandung, Jawa Barat. Dari pemeriksaan sementara, pasutri tersebut merupakan jaringan lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jakarta.

    Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan pihaknya juga menangkap tiga orang lainnya yang diduga terlibat sebagai pengedar. Polisi telah menyita sabu seberat dua kilogram.

     



    "Kita mengungkap sabu yang mana ini pengembangan dari tertangkapnya ST yang kita dapat satu kilogram (sabu). Kemudian kita dapatkan dari AFW. Secara keseluruhan 1.937,95 gram," ujar Ulung di Markas Polrestabes Bandung, Kamis, 3 Juni 2021. 

    Dia mengatakan ST menjadi orang pertama yang ditangkap. Kemudian polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap istrinya AFW serta MI, US, dan DH.

    Pengembangan dengan menggeledah rumah ST. Ditemukan lagi sisa 871 gram sabu yang disembunyikan AFW di dalam mesin microwave.

    "Jadi kita harus bongkar dulu mesin ini (microwave) baru ketahuan, dan memang istrinya juga ikut serta menyembunyikan barang tersebut," terang Ulung.

    Baca: Harga Kedelai Masih Tinggi di Jatim, Berkisar Rp10 Ribu/Kg

    Dari hasil pemeriksaan, para tersangka ini baru menerima kiriman paket sabu dari RN alias IKI yang berada di salah satu lapas Jakarta. Dalam setahun terakhir, para pelaku mendapat kiriman sabu sebanyak tiga kali untuk diedarkan ke sejumlah daerah.

    "Jadi sudah lama juga ini. Kurang lebih setahun mereka mengedarkan," lanjut Ulung.

    Akibat perbuatannya, para tersangka yang dikategorikan sebagai pengedar atau kurir dikenakan pasal 114 ayat 2 UU Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana palling singkat hukuman enam tahun dan paling lama 20 tahun.

    "Berdasarkan barang bukti yang telah disita, kita telah berhasil menyelamatkan sekitar 9.600 orang dari penyalahgunaan narkotika," tutup Ulung. 

    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id