Pemkot Malang Tunggak Bayar Insentif Petugas Pemakaman Covid-19 Senilai Rp2 Miliar

    Daviq Umar Al Faruq - 03 September 2021 13:30 WIB
    Pemkot Malang Tunggak Bayar Insentif Petugas Pemakaman Covid-19 Senilai Rp2 Miliar
    Wali Kota Malang, Sutiaji.



    Malang: Dana insentif untuk petugas pemakaman jenazah covid-19 di wilayah Kota Malang, Jawa Timur, pada periode Mei hingga Agustus 2021 belum cair. Total anggaran dana yang belum cair lebih dari Rp2 Miliar.

    "Sampai saat ini belum dibayar (kepada petugas pemakaman) karena memang belum dicairkan dananya. Di meja saya tadi masih bulan Mei, Juni, Juli, Agustus, mau dicairkan kurang lebih Rp2 Miliar sekian," kata Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat 3 September 2021.

     



    Anggaran insentif pemakaman jenazah covid-19 di Kota Malang sebesar Rp1,5 juta per jenazah. Dana tersebut dibagi dua kepada petugas penggali kubur sebesar Rp750 ribu dan petugas pemakaman sejumlah Rp750 ribu.

    Sutiaji menegaskan, tidak ada penyelewengan atau penggelapan pada aliran dana insentif tersebut. Sebab, dana insentif itu masih dalam proses pencairan hingga saat ini.

    "Jadi tidak ada yang namanya penggelapan. Memang selama ini (petugas pemakaman) belum dapat semua. Bukan penggelapan, memang belum dicairkan. Prosesnya begitu, pengajuan dari BPBD atas berapa yang dimakamkan," ujarnya.

    Baca: PPKM Level 3, Kabupaten Malang Belum Laksanakan PTM

    Sutiaji menjelaskan bahwa setiap pengelolaan uang negara membutuhkan lembar pertanggungjawaban (LPJ). Sehingga, pencairan dana insentif petugas pemakaman covid-19  butuh waktu.

    "Kami targetkan secepatnya cair. Ini sedang proses. Uang negara itu harus berbasis LPJ. Yang kemarin saja belum ada laporan. Ada yang menerima belum laporan. Itu nanti jadi masalah. Di BPK yang kena kita," tegasnya.

    "Ini laporannya baru masuk baru boleh diajukan tahap kedua mulai Mei, Juni, Juli, Agustus ini sudah masuk. Kita tidak mau nanti di kemudian hari jadi masalah. Jadi dananya ada. Sekarang saya belum tanda tangani," imbuhnya.

    Buntut dari carut marut pencairan dana insentif petugas pemakaman covid-19 ini, Kepala UPT Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Takroni Akbar, dimutasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Ia saat ini menjabat sebagai Kasi Trantib di Kelurahan Polowijen.

    "(Mutasi) iya baru tadi pagi. Sudah waktunya sudah terlalu lama di UPT Pemakaman. Kan kasihan," ungkap Sutiaji.


    *Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id