comscore

Dari Bilik Penjara, TH Lakukan Penipuan Rp53 Juta

Media Indonesia.com - 07 Oktober 2021 11:23 WIB
Dari Bilik Penjara, TH Lakukan Penipuan Rp53 Juta
ilustrasi/medcom.id
Sleman: Polres Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menangkap seorang narapidana di sebuah rumah tahanan negara (rutan) di Jawa Timur, atas dugaan penipuan yang merugikan
korbannya hingga Rp53,3 juta.

Kanit IV Satreskrim Polres Sleman, Iptu Apffryadi, mengatakan, dalam menjalankan aksinya, tersangka berinisial TH, 39, warga Magetan, Jawa Timur, menggunakan aplikasi perpesanan WhatsApp.
"Benar, tersangka melakukan aksinya dari dalam rutan. Dia kami jemput dari salah satu rutan di Jawa Timur untuk kami bawa ke Sleman," kata dia, Kamis, 7 Oktober 2021.

Dikatakannya, pada kasus ini tersangka mengaku sebagai karyawan PT Manggala Tama
Sono Perkasa, Jawa Timur, dan memesan kayu jenis sono keling sebanyak 3,5 meter kubik atau 52 batang kayu gelondongan. Kayu-kayu tersebut disepakati untuk dikirim ke PT Manggala Tama Sono Perkasa yang beralamatkan di Menganti, Gresik, Jawa Timur.

Baca juga: PAN Jabar Manut Pusat soal Ridwan Kamil

Negosiasi antara pemilik kayu bernama Tugiman, warga Sleman, dengan TH pun disepakati harga barang yakni Rp53.390.000. Tak butuh waktu lama, TH berhasil meyakinkan korbannya dengan mengirimkan tiga lembar slip bukti transfer antar-rekening bank.

Sebelum mengirimkan kayu tersebut korban sempat mengontak TH melalui panggilan video. Korban pun yakin pemesanan yang dilakukan TH tidak fiktif. 

Menerima kiriman foto bukti transfer, Tugiman segera mengirim kayu yang diminta ke Jawa Timur dan kayu pun sudah sampai ke alamat yang dituju. Namun saat korban mengecek saldo rekening bank miliknya, tidak ada transfer masuk dari penjualan kayu dari perusahaan yang dimaksud.

"Korban kemudian mengutus dua orang untuk menanyakan langsung ke perusahaan penerima kiriman kayu di Jawa Timur untuk menanyakan pembayaran kayu," kata Apffryadi.

Baca juga: Gembong Jambret 31 TKP di Lampung Dibekuk

Korban pun akhirnya melaporkan kejadian yang dialaminya itu ke Polres Sleman. Melalui penyelidikan yang cukup sulit, akhirnya diketahui pemesan kayu yakni TH sedang menjalani masa penahanan di salah satu rutan di Jawa Timur. Namun, Apffryadi enggan menjelaskan nama dan kota rutan tersebut.

"Kami tangkap saat dia akan bebas, kami koordinasi dengan petugas rutan lalu kami tangkap," ujarnya.

Menurut Afriyadi, antara pelaku dengan korban sebenarnya sudah saling mengenal. Polisi yang berhasil memboyong pelaku dari Jawa Timur, menetapkan TH melanggar pasal 378 KUHP atau pasal 45 UU Tentang ITE dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun. (Agus Utantoro)

(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id