Anggota TNI AL Dipecat Gara-gara Berhubungan Sesama Jenis, Ini Putusan Pengadilan

    Cindy - 06 Oktober 2021 19:18 WIB
    Anggota TNI AL Dipecat Gara-gara Berhubungan Sesama Jenis, Ini Putusan Pengadilan
    Ilustrasi anggota TNI. Medcom.id



    Jakarta: Seorang anggota TNI Angkatan Laut (AL) dipecat dan dijatuhi hukuman enam bulan penjara karena berhubungan seks sesama jenis. Putusan ini dikeluarkan Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya. 

    "Putusan ini menguatkan Putusan Pengadilan Militer III-12 Surabaya Nomor 55-K/PM.III-12/AL/IV/2021 tanggal 29 Juli 2021 untuk seluruhnya," dikutip dari petikan putusan di situs Direktori Putusan Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya, Rabu, 6 Oktober 2021.

     



    Perkara ini diadili oleh Hakim Ketua Bambang Indrawan dan anggota, Esron Sinambel dan Koerniawaty Syarif. Putusan dikeluarkan pada Rabu, 15 September 2021.

    Terdakwa yang tidak disebutkan namanya itu terbukti melanggar Pasal 103 Ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer (KUHMP). Pasal mengenai penolakan atau dengan sengaja tidak menaati perintah dinas. 

    Dalam putusan itu, terdakwa disebut menjadi prajurit TNI AL melalui PK khusus angkatan XXV di Surabaya pada 2018. Terdakwa kenal dengan saksi 5 yang merupakan anggota sebuah satuan di Makassar melalui Instagram pada Agustus 2018. Komunikasi seiring waktu berjalan intens. 

    Pada 26 Agustus 2018 sekitar pukul 14.30 WIB, terdakwa membuat janji untuk bertemu dengan saksi 5 di Hotel Andita Syariah Surabaya (OYO 231) di Jalan Cokroaminoto. Keduanya melakukan hubungan badan.

    Baca: PR Besar Calon Panglima TNI

    Terdakwa diketahui pernah melakukan hubungan badan dengan saksi 6 yang dilakukan pada September 2018, sekitar pukul 17.00 WIB. Kejadian terjadi di rumah saksi 6 di Jalan Bungurasih Timur, Sidoarjo, Jawa Timur.

    "Bahwa benar selain terdakwa melakukan hubungan seksual sesama jenis (homoseksual) dengan saksi 5 dan saksi 6, terdakwa juga pernah melakukan hubungan seksual sesama jenis dengan delapan orang laki-laki," dikutip dari putusan.

    Terdakwa juga mengetahui perilaku homoseksual tidak sesuai dengan kehidupan militer dan kehidupan beragama. Perilaku ini memudahkan  penularan penyakit kelamin HIV/AIDS serta merusak moral dan disiplin prajurit TNI. 

    "Perilaku homoseksual dapat berpengaruh terhadap penugasannya dan perilaku tersebut dapat menular terhadap korban-korban lainnya,"  dikutip dari putusan. 

    Perbuatan terdakwa sangat dilarang keras di lingkungan TNI yang dikuatkan dengan Surat Telegram (ST) dari Panglima TNI maupun KSAL. Sanksi atas pelanggaran yaitu diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan.

    "Majelis hakim tingkat banding berpendapat Putusan Pengadilan Tingkat Pertama sepanjang tentang pembuktian unsur tindak pidananya sudah tepat dan benar, maka haruslah dikuatkan," dikutip dari putusan. 

    (CIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id