Pengurus Yayasan Milik Yosef Diperiksa Terkait Pembunuhan Ibu dan Anak

    MetroTV - 30 November 2021 21:18 WIB
    Pengurus Yayasan Milik Yosef Diperiksa Terkait Pembunuhan Ibu dan Anak
    Saksi tambahan diperiksa penyidik Polda Jabar terkait kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, Selasa, 30 November 2021. Dokumentasi/ Metro TV



    Subang: Penyidik Polda Jabar memperluas pemeriksaan saksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat. Kali ini tiga orang di kepengurusan Yayasan Bina Prestasi Nasional (YBPN) dipanggil dan diperiksa oleh penyidik di Polres Subang, Jawa Barat, Selasa, 30 November 2021.

    "Tadi ditanya soal yayasan dan sekolah, sekitar 15 pertanyaan," kata salah satu saksi, Kosasih.

     



    Baca: Nova Iriansyah Dukung Kepemimpinan Muslim di Partai Demokrat

    Tiga orang yang diperiksa hari ini yaitu mantan Kepala Sekolah milik YBPN yang telah mengundurkan diri, Wahyu, dan dua lainnya Kosasih dan Opik, selaku pengurus di lembaga pendidikan tersebut.

    Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan berkaitan dengan yayasan atau sekolah yang dimiliki oleh Yosef, suami sekaligus ayah dari para korban.

    Kosasih mengaku dicecar oleh penyidik terkait aktivitas dari sekolah YBPN yang berada di Kecamatan Serang Panjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

    Kosasih juga menjelaskan semenjak terjadi pembunuhan terhadap pimpinan yayasan, YBPN pun ditutup sementara. "Sekolah kini sudah tidak aktif semenjak terjadi pembunuhan," tambahnya.

    Sementara saksi lainnya, Opik, tidak bersedia memberikan keterangan setelah keluar dari gedung Satreskrim Polres Subang. Opik sendiri dikabarkan menjadi saksi yang melihat saksi kunci Danu saat menerobos garis polisi yang diduga disuruh oleh oknum Banpol.

    Untuk diketahui keluarga Yosef memiliki lembaga pendidikan setingkat SMP dan SMK yang dikelola sendiri bernama Yayasan Bina Prestasi Nasional di daerah Serangpanjang, Subang.

    Yosef bertindak sebagai pendiri. Jabatan Ketua diserahkan ke putra sulungnya, Yoris Amrullah. Dua korban pembunuhan yakni Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu alias Amel, juga berada dalam kepengurusan inti manajemen yayasan.

    Sementara sudah berjalan 104 hari kasus kematian TH, 55, dan AMR, 23 masih juga belum terungkap siapa pelaku pembunuhannya.

    Wahyu, Kosasih, dan Opik menjadi saksi kesekian bersama puluhan saksi lainnya yang sudah diperiksa polisi untuk dimintai keterangan demi dapat mengungkap dari kasus yang sudah menjadi sorotan publik ini.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id