Pandemi Covid-19 Dinilai Mengganggu Kualitas Pendidikan

    Deny Irwanto - 31 Mei 2021 22:44 WIB
    Pandemi Covid-19 Dinilai Mengganggu Kualitas Pendidikan
    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, di Institute Pesantren KH Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Minggu, 30 Mei 2021. Dokumentasi/ istimewa



    Mojokerto: Pandemi covid-19 yang masih melanda Indonesia dinilai bisa mengganggu kualitas pendidikan anak-anak. Dengan terbatasnya ruang pertemuan antara pengajar dan siswa, hal tersebut dinilai berpengaruh terhadap perkmbangan anak.

    "Pembangunan SDM yang menjadi tujuan Partai Gerindra dan juga prioritas pemerintah terancam karena adanya covid-19, kualitas pendidikan menjadi kurang ideal karena tidak ada sekolah tatap muka," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, dalam pesan tertulis, Senin, 31 Mei 2021.

     



    Baca: 30 Nakes di Jepara Terpapar Covid-19

    Pada Minggu, 30 Mei 2021, Ahmad Muzani mengunjungi Institute Pesantren KH Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, untuk memastikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan.

    Kedatangan Ahmad Muzani beserta pengurus partai disambut langsung  Pendiri sekaligus Pengasuh Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim dan Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, LC, M Hum.

    Dalam pertemuan tersebut membahas tentang banyak hal. Satu di antaranya tentang pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia.

    Muzani menilai sejak covid-19 mewabah di Indonesia, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakukan para siswa secara virtual dinilai kurang efektif.

    Menurunnya kualitas pendidikan anak-anak tersebut juga ditegaskan Muzani merupakan masalah serius dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

    "Saat ini sudah berjalan tahun kedua covid-19. Hal itu mengkhawatirkan bagi masa depan bangsa Indonesia," jelasnya.

    Muzani menambahkan jika Partai Gerindra senantiasa mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi berbagai persoalan yang disebabkan oleh covid-19. Seperti rencana pembelajaran tatap muka langsung di sekolah.

    "Partai Gerindra menyambut gembira rencana pemerintah dalam menyelenggarakan sekolah tatap muka, namun kami tetap meminta dan mewanti-wanti (mengingatkan) agar protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat," ungkap Muzani.

    Lebih lanjut Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia itu turut memaparkan kolaborasi yang tengah dilakukan partai bersama pemerintah. Salah satunya adalah perumusan peta jalan pendidikan yang diharapkan agar pendidikan bela negara dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah.

    "Zaman sekarang ini banyak anak-anak kita yang tidak hafal Pancasila, Pembukaan UUD 1945, itu adalah sesuatu yang memperihatinkan. Karena itu, kami ingin dalam peta jalan pendidikan yang saat ini sedang dirumuskan, pendidikan bela negara menjadi hal yang diprioritaskan," ujar Muzani.

    Hal senada juga disampaikan KH Asep Saifuddin Chalim yang mendukung adanya KBM di sekolah. "Namun pelaksanaan pembelajaran tatap muka langsung harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Tujuannya agar sekolah tidak memicu klaster penyebaran covid-19," ungkap Saifuddin.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id