Pakai Bom Ikan, 11 Nelayan Ditangkap

    Antara - 14 September 2021 15:06 WIB
    Pakai Bom Ikan, 11 Nelayan Ditangkap
    Kabid Humas Polda Sulbar Komisaris Besar Polisi Syamsu Ridwan (kanan) bersama Plh Direktur Dit Polairud Polda Sulbar AKBP Mulyadi Amin (kiri) saat konferensi pers terkait penangkapan 11 nelayan di Mamuju yang kedapatan menggunakan ratusan bom ikan, Selas



    Mamuju: Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Sulawesi Barat (Sulbar) menangkap 11 nelayan. Mereka tertangkap tangan saat melakukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan ratusan bom ikan.

    "Penangkapan 11 nelayan itu berlangsung di perairan Pulau Sabakatang, Kecamatan Bala-balakang, Kabupaten Mamuju, pada Sabtu,11 September," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulbar Komisaris Besar Polisi Syamsu Ridwan di Mamuju, Selasa, 14 September 2021.

     



    Sebanyak 11 nelayan yang ditangkap yakni MA, 39; AS, 41; SB, 25; RM, 27; ES, 27; RK, 20; FJ , 19; HA, 22; AW, 20; SF, 51; dan JS, 50. Polisi menyita 136 botol bom ikan seberat 100 kilogram yang siap digunakan, 96 detonator atau sumbu,  38 pelepah kelapa, lima aki kapal, enam jaring ikan, satu unit alat selam atau kompresor, dua unit GPS tangan, dan  satu unit kapal.

    "Mereka ditangkap bersama barang bukti dan kapal yang digunakan menangkap ikan menggunakan bom. Nelayan itu ada yang beralamat di Pulau Sabakatang Kecamatan Bala-balakan, beralamat di Kota Balikpapan Kalimantan Timur serta berasal dari Kabupaten Majene dan Mamuju," terang dia.

    Selain menangkap 11 nelayan dan menyita barang bukti ratusan bom ikan, kata dia, personel Ditpolairud Polda Sulbar mengamankan 1,4 ton ikan hasil tangkapan menggunakan bahan peledak.

    Baca: Warga Desa Pekangkungan Kerap Buat Bom Ikan Sembunyi-sembunyi

    Para nelayan, tambahnya, telah ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat Pasal 84 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara.

    "Dari hasil pemeriksaan terhadap 11 nelayan, mereka mengaku telah melakukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan bom ikan sejak dua tahun terakhir," ujarnya.

    Sementara itu, Pelaksana Harian Direktur Polairud Polda Sulbar AKBP Mulyadi Amin mengatakan, penangkapan 11 nelayan yang menggunakan ratusan bom ikan itu berlangsung di wilayah perairan Pulau Sabakatang Kecamatan Bala-balakang atau sekitar 160 mil dari Mamuju.

    Pihaknya masih terus mengembangkan penangkapan 11 nelayan tersebut terkait pemilik kapal dan asal bahan peledak. Dia menyebut, bahan peledak itu yakni amonium nitrat yang digunakan para nelayan saat menangkap ikan.

    "Identitas pemilik kapal sudah kami kantongi tinggal melakukan penangkapan. Kasus ini masih terus kami dalami termasuk asal amonium nitrat yang digunakan sebagai bahan pembuat bom ikan tersebut," tergas Mulyadi.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id