Saksi Lintas Profesi Akan Diperiksa terkait Prostitusi TA

    P Aditya Prakasa - 23 Desember 2020 17:12 WIB
    Saksi Lintas Profesi Akan Diperiksa terkait Prostitusi TA
    Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A. Chaniago. (Foto: Medcom.id/Aditya)



    Bandung: Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat segera memanggil enam orang saksi terkait prostitusi daring yang melibatkan selebgram TA. Enam orang itu berprofesi sebagai model, artis, pramugari, dan pegawai bank.

    Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Erdi A Chaniago mengatakan, penyidik telah mengirimkan surat pemanggilan ke enam orang tersebut. Mereka telah dijadwalkan dimintai keterangan pekan depan di Markas Polda Jawa Barat.

     



    "Jadi ada rencana untuk pemanggilan beberapa saksi kurang lebih enam orang pada 30 Desember 2020," ucap Erdi, di Markas Polrestabes Bandung, Rabu, 23 Desember 2020.

    Erdi mengungkapkan belum ada konfirmasi kehadiran enam saksi yang dipanggil. Namun ia memastikan pemanggilan berkaitan dengan pengembangan kasus prostitusi TA. 

    "Enam orang ini dari hasil pengembangan pemeriksaan dan bukti yang sudah dikumpulkan oleh penyidik. Di situ ada beberapa yang harus diminta konfirmasinya terkait sebagai calon korban," kata dia.

    Baca juga: Polda Sumsel Tangkap 2.318 Tersangka Narkoba Selama 2020

    Di samping itu, lanjut dia, ke enam orang tersebut berkaitan langsung dengan tersangka MR alias Alona mengenai prostitusi daring. Pihaknya kini masih mendalami terkait kasus tersebut.

    "Namanya berinisial SAS, kemudian SC, DL, MC, A, dan V. Itu enam orang yang akan diminta keterangan. Ini ada model, artis, pramugari, dan pegawai bank," ucap Erdi.

    TA sebelumnya diamankan polisi saat berada di hotel kawasan Bandung pada Kamis, 17 Desember 2020. Dia diduga terlibat praktik prostitusi daring bersama tiga tersangka berinisial RJ, AH, dan MR alias Alona.

    RJ dan AH merupakan agen atau orang yang mengiklankan TA di sebuah situs 'bawah tanah'. Sementara MR merupakan muncikari sekaligus yang memiliki jaringan dengan muncikari lain seluruh Indonesia. 

    Dari hasil penyelidikan polisi, TA sendiri memasang tarif Rp75 juta untuk sehari kencan. Namun, TA masih berstatus saksi terkait kasus tersebut.


    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id