Kiprah Umbu Landu Parangi Melalui PSK di Malioboro

    Ahmad Mustaqim - 06 April 2021 18:19 WIB
    Kiprah Umbu Landu Parangi Melalui PSK di Malioboro
    Umbu Landu Paranggi (Foto: via Twitter @ganjarpranowo)



    Yogyakarta: Umbu Landu Parangi telah meninggalkan semua orang. Sastrawan berjuluk Presiden Malioboro ini meninggal pada Selasa pagi, 6 April 2021, di RS Mandara Sanur, Bali, pada usia 77 tahun.

    Penyair Fauzi Absal, menceritakan Umbu Landu berkontribusi besar dalam perjalanan sastra di Yogyakarta dan nasional. Di Yogyakarta, Umbu Landu memakai Persada Studi Klub (PSK) di Malioboro untuk mengajarkan sastra.






    "Muridnya ada sekitar 1.500-an. Saya salah satu dari 1.500-an orang itu. Enggak ada syarat formalitas untuk ikut belajar (dengan Umbu Landu)," kata Fauzi dihubungi Medcom.id di Yogyakarta, Selasa, 6 April 2021.

    Bagi Fauzi, PSK itu sudah menjadi Kampus Malioboro untuk belajar kesusastraan dengan Umbu Landu. Ia pernah mengikuti aktivitas Umbu Landu saat sosialisasi puisi ke kampung-kampung.

    Baca: Penyair Legendaris Umbu Landu Paranggi Meninggal

    Fauzi juga pernah berkomunikasi langsung tentang puisinya dan dikomentari Umbu Landu. Menurut dia, Umbu Landu memberikan penilaian tidak terbuka.

    "Umbu Landu itu memberikan penilaian catatan-catatan di kolom puisinya. Ia memberikan penilaian lewat tulisan-tulisan di kolomnya," ujar lelaki 70 tahun ini.

    Menurut dia, karya sastra Umbu Landu memiliki gaya ucap tersendiri ketimbang lainnya. Ia menilai, karya sastra Umbu memiliki kekuatan dalam kondisi daerah asalnya, yakni Sumba Timur.

    Baca: Wawan Wanisar, Aktor Pemeran Pierre Tendean Meninggal

    Ia menyebut, karya sastra Umbu Landu berbeda dengan yang dihasilkan Goenawan Mohamad, almarhum Sapardi Djoko Damono, maupun Taufik Ismail. Terlepas dari aspek kualitas, Fauzi berpendapat, karya sastra Umbu Landu ada pada gaya, irama puisi, persenandungan, dan permainan kata.

    Ia tak bisa membayangkan andai dunia sastra di Yogyakarta tanpa disertai Umbu Landu. Sebab, Umbu Landu mampu menghasilkan murid-murid semacam Emha Ainun Najib, almarhum Iman Budi Santosa, Linus Suryadi AG, hingga Korrie Layun Rampan.

    "Saya tak bisa membayangkan Yogyakarta tanpa Umbu Landu Paranggi, mungkin tidak sesemarak tahun 70an (1970an). Tapi itu pemikiran utopis, dan bisa dibantah," ujarnya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id