Gunung Merapi Masuki Fase Awal Erupsi

    Antara - 08 Januari 2021 18:37 WIB
    Gunung Merapi Masuki Fase Awal Erupsi
    Gunung merapi. AFP PHOTO/Agung Supriyanto
    Magelang: Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyampaikan, Gunung Merapi telah memasuki fase awal erupsi. Hal itu ditandai dengan munculnya lava pijar.

    "Per tanggal 4 Januari 2021 Merapi sudah ada lava atau magma baru yang muncul di permukaan ditandai dengan munculnya lava pijar juga ada guguran dan pada 7 Januari 2021 sudah ada awan panas," kata Hanik di Magelang, Jawa Tengah, Jumat, 8 Januari 2021.

    Ia menyampaikan, Merapi telah memasuki fase awal erupsi karena keluarnya magma atau material dari perut bumi. Jadi kalau sudah ada lava pijar, ada api diam, itu tanda dimulainya fase erupsi.

    Baca: Gunung Merapi Muntahkan 18 Kali Lava Pijar dalam 24 Jam

    "Sekarang masih kecil dan mudah-mudahan kecil terus, itu yang kita harapkan," ucapnya.

    Ia menyampaikan posisi kubah lava yang baru berupa gundukan ada di atas lava 1997. Tetapi ada indikasi di tengah kawah terdapat satu, yang pada 31 Desember 2020 terdapat inflasi yang sangat kuat.

    "Ada indikasi juga adanya kubah lava di tengah kawah, namun demikian sampai sekarang kita masih menunggu perkembangannya secara terus menerus. Kubah lava yang di atas lava 1997 itu lebih intensif terjadinya pusat keluarnya magma yang sekarang sudah menjadi lava pijar dan kemarin ada awan panas," bebernya.

    Baca: Gunung Merapi Keluarkan Guguran Awan Panas

    Menurut dia, kubah lava yang di tengah bisa berhenti, tetapi bisa juga berkembang. Hal itu terus dipantau perkembangannya beserta data-data yang ada.

    "Ini bukan berarti dua kubah lava, sebenarnya ini satu kesatuan, tetapi yang lebih intensif yang di atas lava 1997," jelasnya.

    Hanik menuturkan, deformasi merupakan salah satu parameter bagaimana magma menuju ke permukaan. Total deformasi selama 2020 sampai saat ini sekitar 8 meter.

    “Lava pijar yang terjadi kemarin paling jauh berjarak 800 meter dan awan panas perkiraan 400 meter,” terangnya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id