Bentrok di Kerinci, 1 Tewas

    Media Indonesia.com - 27 Oktober 2020 14:44 WIB
    Bentrok di Kerinci, 1 Tewas
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jambi: Bentrokan warga antardesa di Kabupaten Kerinci, Jambi, yang terjadi sejak Minggu, 25 Oktober - Senin, 26 Oktober 2020, mengakibatkan satu orang tewas dan beberapa orang terluka. Bentrokan itu melibatkan warga Desa Muak, Kecamatan Bukit Kerman, dengan warga Desa Semerap, Kecamatan Danau Kerinci.

    Kericuhan bisa diredam setelah aparat kepolisian dan TNI tiba di lokasi. Wakil Bupati Kerinci, Ami Taher, turut mendinginkan emosi kedua kelompok warga bertikai pada Senin petang.

    Setelah dikawal puluhan aparat kepolisian dan TNI, situasi di perbatasan dua desa bertikai pada Selasa pagi, 27 Oktober 2020 berhasil dikendalikan. Kini situasi di lokasi kondusif. 

    Kapolda Jambi, Irjen Firman Shantyabudi dan Danrem 042 Garuda Putih, Brigjen TNI M Zulkili, pada Selasa pagi, tiba ke lokasi. Kapolda meminta kedua kubu yang bertikai tidak mudah terpancing emosi. 

    Kapolda pun meminta agar masalah lahan yang disengketakan diselesaikan melalui jalur musyawarah dan koridor hukum yang berlaku. Perihal korban jiwa, Firman minta warga menyerahkan penyelesaiannya kepada aparat hukum.

    Baca: Pembakaran Rumah di Besipae NTT Hoaks

     "Kita semua bersaudara. Jangan mudah terpancing emosi. Marilah kita wujudkan negeri Jambi,  khususnya Kerinci sebagai negeri yang aman dan nyaman, " kata Firman, melansir Mediaindonesia.com. 

    Korban tewas dan terluka berdasarkan informasi yang dihimpun Media Indonesia akibat terkena tembakan senjata kecepek (rakitan) dan lemparan benda keras. Gesekan ditimbulkan dari konflik lahan.

    Warga Desa Semerap marah lantaran aktivitas warga Desa Muak yang membuka dan membakar area perladangan di wilayah Desa Semerap. Terpancing emosi, puluhan warga Semerap dengan membawa beragam senjata tajam mendatangi Desa Muak, pada Minggu siang.

    Warga Desa Muak memblokade jalan masuk desa dengan tebangan batang pohon. Situasi kian memanas dan pecah jadi bentrok.

    Empat warga Desa Semerap terluka dan satu orang, pada Selasa pagi, dikabarkan meninggal akibat luka serius di bagian kepala. Korban tewas tersebut terkena peluru senjata jenis rakitan (kecepek). 

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id