Data Pasien Covid-19 Kota Malang Butuh Sinkronisasi

    Daviq Umar Al Faruq - 12 Januari 2021 13:10 WIB
    Data Pasien Covid-19 Kota Malang Butuh Sinkronisasi
    Wali Kota Malang, Sutiaji, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait protokol kesehatan covid-19 di sejumlah hotel di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu 26 Desember 2020. (Foto: istimewa)
    Malang: Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, tengah melakukan sinkronisasi dan pembaruan angka kasus covid-19. Langkah itu dilakukan untuk merevitalisasi konsep dan pemahaman mengenai perkembangan angka kasus virus korona.

    "Verifikasi data terkait pasien covid-19 di Kota Malang, kurang sinkron. Sehingga, perlu adanya kesamaan pemahaman terkait data tersebut," kata Wali Kota Malang, Sutiaji, Selasa, 12 Januari 2021.

    Sutiaji menambahkan, Pemkot Malang saat ini membutuhkan angka pasti penambahan kasus covid-19. Hal itu lantaran masifnya penambahan jumlah kasus dan masih tingginya angka kematian akibat virus korona.

    Ia berharap seluruh rumah sakit penyedia laboratorium PCR (polymerase chain reaction) bisa terbuka dengan puskesmas dan pemerintah mengenai jumlah pasien covid-19. Sehingga data covid-19 bisa sesuai.

    “Saling berkordinasi dan berkomunikasi dengan dinas maupun puskesmas untuk angka positif, kesembuhan, dan lain-lain. Tujuan kita menekan angka positif (covid-19) dan meningkatkan angka kesembuhan di Malang,” ujarnya.

    Baca juga: Bupati Sumenep Tak Termasuk Penerima Perdana Vaksin Covid-19

    Sementara itu, Sutiaji menyebut tingkat kepatuhan warganya terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada hari pertama, Senin, 11 Januari 2021, cukup tinggi yakni lebih dari 87 persen.

    Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar patroli skala besar untuk memantau jalannya PPKM hari pertama. Patroli melibatkan personel dari TNI/Polri, Brimob, Satpol PP, BPBD, dan Dinas Kesehatan.

    "Kemarin saya mulai pukul 20.00 sampai 23.00 WIB, rata-rata mal dan restoran besar sudah banyak yang tutup," bebernya.

    Ia menambahkan, dalam patroli tersebut masih ditemukan sejumlah warung-warung kecil yang masih beroperasi. Khusus, warung yang buka sejak pagi hari diminta untuk menutup warungnya.

    "Warung-warung kecil yang memang bukanya mulai pagi kami harus tutup. Kecuali PKL, jual sate, dan lain-lain yang bukanya pukul 18.00 WIB, kita beri batas toleransi dengan catatan kami lakukan pengetatan protokol kesehatan," jelasnya.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id