Ditemukan Jejak Hewan Liar di Jalur Pengungsi Merapi

    Ahmad Mustaqim - 23 November 2020 23:15 WIB
    Ditemukan Jejak Hewan Liar di Jalur Pengungsi Merapi
    Temuan jejak hewan di jalur evakuasi Merapi. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
    Sleman: Jejak hewan liar ditemukan di jalur evakuasi pengungsi Merapi di Dusun Ngancar, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jejak kaki itu diduga berasal dari macan yang melintas. 

    Bintara Pembina Desa (Babinsa) Glagaharjo, Koptu Eko Widodo, mengatakan jejak hewan liar di jalur evakuasi Merapi itu diduga melintas saat jalan masih belum kering saat pengerasan. Ia mengatakan jejak itu diketahui warga pada Jumat, 20 November 2020. 

    "Sementara diduga (jejak) macan tutul," kata Eko di dekat lokasi, Senin, 23 November 2020. 

    Ia mengatakan, saksi yang merupakan pekerja proyek pengerasan jalan itu melihat hewan menyerupai macan tutul sekitar pukul 03.00 WIB. Eko menyebut, saksi itu melihat sebelum menemukan jejak kaki. 

    Saksi, kata dia, sempat ketakutan saat pertama melihat. Pekerja tersebut sempat lari dan terjatuh karena kaget. 

    "Dugaannya ada dua sampai tiga (ekor yang melintas)," ujarnya. 

    Baca: 246 Warga Lereng Merapi di Selo Boyolali Mengungsi

    Jejak hewan tersebut ukurannya beragam. Ia memperkirakan beberapa hewan itu terdiri dari dewasa dan anakan. 

    Menurut Eko, kawasan itu lazim ditemukan jejak macan tutul. Ia mengeklaim sempat melihat stawa liar itu pada 2018 silam. 

    "Itu ketika pengecakan bersama TNGM (Taman Nasional Gunung Merapi) Resort Cangkringan. Kita pasang kamera dan menggali info dari warga, katanya ada yang melihat macan tutul. Tapi kita belum dapat visualnya," ungkapnya. 

    Ia menyatakan, munculkan jejak beberapa ekor hewan itu tak berkaitan dengan status siaga Gunung Merapi. Sebab, kata dia, daerah itu memang menjadi titik perlintasan hewan itu. 

    Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Wiryawan, mengungkapkan ada informasi soal temuan jejak hewan itu. Ia menyatakan belum bisa memastikan pemilik jejak itu.

    "Kalau ujung jejak ada bekas kuku, biasanya bukan macan. Masih dalam kajian kami. Tapi kami belum bisa ambil kesimpulan," ungkapnya. 

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id