22 Ribu Pekerja Sektor Pariwisata di DIY Terdampak Covid-19

    Ahmad Mustaqim - 09 April 2020 15:08 WIB
    22 Ribu Pekerja Sektor Pariwisata di DIY Terdampak Covid-19
    Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo. (Foto: Medcom.id/Mustaqim)
    Yogyakarta: Sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ikut terdampak pandemik covid-19. Sebanyak 22.030 pekerja dirumahkan bahkan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, mengatakan pekerja yang terdampak tak hanya dari sektor formal, namun juga informal. Hingga 8 April 2020, ada 1.207 unit jasa pariwisata lesu terimbas penyebaran virus korona.

    "Total pekerja sektor pariwisata 24.885 orang. Yang dirumahkan 21.531, PHK 499 orang, dan 2.825 pegawai masih bekerja," kata Singgih, Kamis, 9 April 2020. 

    Singgih mengaku masih menyinkronisasi terhadap data tersebut. Termasuk jumlah pekerja industri perhotelan yang masih beroperasi namun terkena dampak pandemik.

    "Sekarang ini okupansi hotel paling tinggi sembilan persen. Karenanya (hotel) memang tutup sana-sini," ujarnya. 

    Baca juga: Petugas Kebun Binatang di DIY Hanya Terima 40% Gaji

    Kendati demikian, Singgih mengupayakan pekerja yang terdampak penyebaran virus korona diprioritaskan mendapatkan kartu prakerja. Para pekerja yang terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan diminta melakukan pendaftaran secara daring di situs prakerja. 

    "Dalam situasi ini sektor pariwisata didorong melakukan pembenahan dan pembersihan. Saat kondisi berangsur baik, bisa langsung beroperasi lagi," jelasnya.

    Sementara itu, anggota Gugus Tugas Pemerintah DIY untuk Penanganan Covid-19 Bidang Perekonomian, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menambahkan pendataan pekerja terimbas korona akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja setempat. Selain sektor pariwisata, ia menyebut banyak pekerja di bidang infrastruktur yang perlu mendapat perhatian yang sama.

    "Di Dinas PU (Pekerjaan Umum) ada banyak pekerja informal. OPD secara teknis diimbau mengoordinasikan data pekerja di lingkungannya," kata dia. 

    Menurut Indrayanti, banyak pegawai informal dan pekerja lepas di berbagai sektor yang harus diperhatikan. Ia berharap proses pendataan bisa dilakukan valid untuk ketepatan pemberian bantuan. 



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id