Tim Evakuasi Helikopter MI-17 Kesulitan Mendarat

    Roylinus Ratumakin - 11 Februari 2020 09:38 WIB
    Tim Evakuasi Helikopter MI-17 Kesulitan Mendarat
    Pasukan saat diberangkatkan dari Lanud Silas Papare, Sentani menuju Kabupaten Pegunungan Bintang. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.
    Jayapura: Proses evakuasi Helikopter MI-17 milik TNI AD terkendala cuaca buruk, Selasa, 11 Februari 2020. Titik lokasi pendaratan tim evakuasi masih dipetakan.

    "Hari ini kami akan mencari titik pendaratan karena cuaca dan medan yang ekstrem. Ketinggian jatuhnya helikopeter ini di sekitar 12.500 kaki. Jadi kalau langsung men-dropping pasukan di sana, helikopter kami tidak mampu," kata Komandan Komando Resort Militer (Dandrem) I72/PWY Kolonel Jonatan Binsar Sianipar, Selasa, 11 Februari 2020.

    Pihaknya masih kesulitan mencari titik aman mendaratkan pasukan ke lokasi temuan Helikopter MI-17. Dia mengungkap lokasi puing Helikopter Mi-17 berada di tebing terjal dan curam. 

    "Puji Tuhan kami bisa melihat secara pasti titik atau lokasi jatuhnya Helikopter MI-17 yaitu tepat berada di tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang," bebernya.

    Tim Evakuasi Helikopter MI-17 Kesulitan Mendarat
    Pasukan saat diberangkatkan dari Lanud Silas Papare, Sentani menuju Kabupaten Pegunungan Bintang. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.

    Binsar menerangkan pihak TNI AU akan menurunkan pasukan darat di bawah ketinggian 1.000 kaki sampai 1.500 kaki. Sejumlah masyarakat turut dibawa dalam proses evakuasi. 

    "Karena masyarakat lebih tau rute atau medan di sana. Semoga hari ini berjalan dengan aman dan sesuai rencana," ucapnya.

    Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih, Lekol Dax Sianturi mengatakan proses evakuasi akan menggunakan empat helikopter. Tiga Helikopter milik TNI AD dan satu helikopter milik Demonim Air.

    "Untuk proses evakuasi kemungkinan besar belum bisa dilakukan hari ini. Intinya bahwa kami masih melakukan pemantauan titik lokasi yang tepat untuk mendaratkan helikopter yang membawa pasukan untuk evakuasi," beber dia.

    Helikopter MI-17 Penerbad Nomor Registrasu HA 5138 dinyatakan hilang sejak 28 Juni 2019. Helikopter itu hilang kontak ketika terbang dari Oksibil menuju Jayapura sesaat setelah melaksanakan penurunan logistik bagi pos TNI yang berada di Kabupaten Pegunungan Bintang.

    Helikopter MI-17 mengangkut tujuh orang kru Penerbad dan lima prajurit Satgas Yonif 725/Wrg. Dari pengamatan udara terhadap puing-puing pesawat, kuat dugaan heli tersebut menabrak dinding tebing saat cuaca berkabut tebal.





    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id