Ganjar Siapkan Skenario Jika Social Distancing Gagal

    Mustholih - 23 Maret 2020 21:07 WIB
    Ganjar Siapkan Skenario Jika <i>Social Distancing</i> Gagal
    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam rapat terbatas penanganan dan pencegahan virus korona di Semarang, Sabtu malam, 14 Maret 2020.
    Semarang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sedang menyiapkan skenario cadangan apabila upaya social distancing gagal menekan penyebaran virus korona (covid-19). Skenario itu tengah dimatangkan sebelum diterapkan ke publik. 

    "Kami sudah siapkan skenario kalau terjadi lonjakan (kasus korona), social distancing gagal, preventif gagal," kata Ganjar, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 23 Maret 2020.

    Ganjar menjelaskan salah satu rencananya yakni pemeriksaan kesehatan massal (rapid diagnostic test) kepada warga Jateng. Namun, kata Ganjar, pemeriksaan tes kesehatan massal ini menunggu kebijakan pemerintah pusat.

    "Wong sampai hari ini kita belum dapat," ungkap Ganjar.

    Ganjar mengatakan pemeriksaan kesehatan massal di Jateng memprioritaskan wilayah dengan jumlah orang dalam pantauan (ODP) atas virus korona terbanyak. Ada dua wilayah di Jateng dengan ODP terbanyak.

    "Nomor satu ini Semarang. Nomor dua Temanggung," beber Ganjar.

    Baca: RSPAU Hardjolukito Yogyakarta Siapkan Bangunan Khusus Pasien Covid-19

    Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, mengatakan skenario cadangan dibuat berdasarkan analisis data statistik penyebaran kasus korona. Tujuannya, menekan penyebaran virus korona di Jateng.

    "Jadi untuk mendeteksi, mencegah, mendeteksi dini, melakukan pengobatan harus dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya dinas kesehatan. Karantina misalnya, pihak keamanan sangat-sangat diperlukan untuk mendisiplinkan warga," jelas Yulianto.

    Yulianto menjelaskan Pemprov Jateng sedang menyiapkan beberapa tempat menjadi karantina massal untuk pasien positif korona. Tempat yang menjadi alternatif karantina berada di Boyolali, Kendal, dan Semarang.

    "Kita sediakan tempat-tempat karantina. Ada beberapa lokasi sudah kita siapkan. Di Boyolali ada rumah sakit sudah kosong, tapi masih bagus. Kendal ada rusunawa baru dibangun, kapasitas cukup banyak. Di Provinsi, kita punya kampus-kampus diklat," beber Yulianto.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id