IRT di Ponorogo Diberdayakan Membuat Tas Anyaman Selama Pandemi

    Medcom - 14 Mei 2020 01:00 WIB
    IRT di Ponorogo Diberdayakan Membuat Tas Anyaman Selama Pandemi
    ilustrasi Medcom.id
    Ponorogo: Para Ibu Rumah Tangga pengrajin tas anyaman di Ponorogo, Jawa Timur diajak tetap berkreasi dan produktif di tengah pandemi covid-19.

    Pemilik usaha kudapan sehat Mamabery Chips Gourmet, Mirsya Budiarsi, menggagas kampanye kreatif yang bisa menjadi inspirasi bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk memberdayakan para IRT.

    "Ide awalnya sangat sederhana. Saya ingin menghadirkan hantaran yang look-nya (tampilan) simpel namun menarik dan tanpa plastik sekali pakai, sehingga tercetus ide untuk berkolaborasi dengan pengrajin UKM tas anyaman," kata Mirsya dalam keterangan tertulis, Rabu, 13 Mei 2020.

    Mirsya mengatakan ide awalnya tercetus lantaran terbatasnya ruang sosialisasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di sejumlah wilayah.

    Mirsya ingin walau tidak bisa bertemu secara langsung dengan sanak saudara selama ramadan dan lebaran tidak bisa bertemu, namun silaturahmi harus tetap terjalin. Dia mengajak wargamenggunakan hantaran lebaran berisi kudapan sehat yang dibalut dengan tas anyaman cantik buatan para IRT dyang digandengnya.

    "Sebagai pelaku usaha, kita harus berdiri dan berpikir lebih kreatif, bukan hanya untuk bertahan di masa pandemi ini, namun juga untuk memberikan impact (pengaruh) yang lebih besar lagi ke society (masyarakat)," jelas Mirsya.

    Dia menyebut kampanye kreatif bertajuk #SilaturahimDariRumah dengan menghadirkan Stay-At-Home Gifts diharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat.

    Merujuk hal tersebut Mirsya mengajak pelaku usaha lainnya untuk bergabung dalam kolaborasi kreatif sehingga hantaran lebaran menjadi lebih beragam.

    Tidak hanya kue lebaran dan kudapan sehat tanpa MSG dari Mamaberry Chips Gourmet, tetapi ada juga perlengkapan salat dari RiaMiranda & Ultimate U, serta didukung oleh Sahaja-produk perlindungan higienis untuk di rumah.

    "Program ini bukan hampers pada umumnya, ada semangat nilai kebaikan dan optimisme yang diusung, jadi bukan hanya cantik, pengrajin tas anyaman juga tersejahterakan," pungkas Mirsya.

    Sementara penganyam tas asal Ponorogo, Binti, 45, mengaku terbantu atas pesanan tas dari Mirsya. Penghasilan dari mengerjakan tas anyaman dapat menutup penghasilan selama menunggu masa panen padi yang berlangsung tiga bulan sekali.

    "Saya merasa terbantu sekali dengan adanya orderan dari Mbak Mirsya. Untuk keseharian, saya hanya mengandalkan hasil panen tiga bulan sekali, tapi setelah adanya orderan yang bagi kami jumlahnya banyak sekali ini, sehingga bantu pendapatan kami saat masa tidak panen," ungkap Binti.

    Serupa, IRT lain bernama Lulu, 38, menyampaikan kolaborasi yang terjalin menghidupkan geliat usaha di lingkungannya. Puluhan ibu rumah tangga dan para remaja di kampungnya kini dapat lebih produktif dengan membuat tas anyaman.

    "Kalau biasanya tas anyaman itu dijual ke pasar, jadi permintaannya tidak begitu banyak, hanya sebatas tas hajatan, sembako dan tas belanja biasa. Tapi setelah Mba Mirsya order banyak, saya coba berikan pelatihan ke anak-anak remaja dan ibu rumah tangga," ungkap Lulu.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id