Khofifah Sindir Surabaya Abai Jaga Jarak Fisik

    Amaluddin - 13 Mei 2020 16:23 WIB
    Khofifah Sindir Surabaya Abai Jaga Jarak Fisik
    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Medcom.id/Amaluddin)
    Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyindir mekanisme pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Surabaya, mengabaikan jaga jarak fisik. Hal itu ia sampaikan saat konferensi video dengan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu, 13 Mei 2020.

    "Hari ini saya mendengar di Surabaya, masih tetap berkerumun gitu lho. Minta tolong nanti dijaga (pencairan BLT DD), supaya tetap menjaga jarak yang aman Pak Bupati (Nur Arifin)," kata Khofifah.

    Kendati tersirat, Khofifah tak menyebut spesifik lokasi penyaluran BLT yang mengabaikan jaga jarak fisik. Namun ia meminta daerah lain tak mengulang apa yang terjadi di Surabaya.

    "Ini juga pesan dari Kemensos, bahwa kalau nanti pencairan BLT harus tetap menjaga jarak aman," tegasnya.

    Baca juga: Gibran Mengaku tak Lagi Blusukan Politik

    Permintaan Khofifah pun langsung ditanggapi oleh Bupati Nur Arifin. Ia mengeklaim telah menata pencairan BLT dengan sangat baik.

    "Kebetulan kami sudah koordinasi dengan PT Pos. Penyaluran dalam kabupaten kita antar yang physical distancing kita jadwalkan, dan untuk perantau menggunakan aplikasi. Sehingga nanti (bantuan) bisa masuk langsung ke aplikasinya tanpa dikenakan biaya. Warga juga bisa tetap utuh menerima haknya," kata Nur Arifin.

    Mas Ipin, sapaan akrabnya, menyampaikan, pembagian program BLT-DD di Trenggalek untuk tahap pertama sudah mulai dilakukan pada April. Ia menargetkan pencairan seluruh BLT-DD di wilayahnya selesai sebelum 15 Mei 2020.

    "Per hari ini, ada 147 desa yang sudah menyalurkan (BLT-DD) dari total 152 desa di Trenggalek. Kami berharap tahap pertama besok sudah tuntas," jelasnya.

    Baca juga: Seorang Pedagang Sayur di Kota Batu Positif Covid-19

    Mendengar hal itu, Khofifah pun mengapresiasi pencapaian yang telah dilakukan oleh Kabupaten Trenggalek dalam penyaluran BLT-DD. Khofifah menyebut, jika Trenggalek mampu merampungkan penyaluran bansos pada 15 Mei 2020, wilayah itu akan jadi yang pertama menyelesaikan distribusi BLT-DD.

    Khofifah berharap, semua daerah dapat melakukan percepatan pencairan selama pandemi covid-19. Ia percaya setiap daerah pasti memiliki cara terbaik untuk melakukan percepatan pencairan dana desa.

    "Kalau sampai tanggal 15 bisa mencapai 100 persen penyaluran BLT DD. Ini akan menjadi role model Pak Bupati," ujar Khofifah.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id