Direktur RSUD Soetomo Sebut Tak Pernah Dihubungi Risma

    Amaluddin - 30 Juni 2020 15:25 WIB
    Direktur RSUD Soetomo Sebut Tak Pernah Dihubungi Risma
    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto: Istimewa)
    Surabaya: Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya, Joni Wahyuadi, menyebut dirinya tidak pernah diajak berkomunikasi dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Padahal, kata Joni, dirinya sangat menghargai orang nomor satu di Kota Surabaya itu

    "Saya belum pernah dihubungi (Risma) sampai sekarang. Ada buktinya lho kalau saya sangat menghargai beliau, tapi saya enggak akan buka, nanti dipikir mengungkit yang dulu-dulu. Kalau mau datang ke Soetomo monggo, mau ke ruangan saya monggo," kata Joni, di Surabaya, Selasa, 30 Juni 2020.

    Meski tidak pernah komunikasi dengan Risma, Joni mengeklaim hubungannya dengan Pemkot Surabaya sangat mesra. Bahkan, komunikasi antara RSUD Dr Soetomo dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, sangat intens khususnya sepanjang pandemi covid-19.

    Baca: Di Depan Presiden, Ganjar Buka-bukaan Wilayah Risiko Tinggi Covid-19

    Menurut Joni, komunikasi itu dilakukannya setiap sore hari mengenai update data covid-19 dengan Dinkes se-Jatim, tak terkecuali Pemkot Surabaya. Joni heran dengan tudingan Risma yang menyebut kesulitan berkomunikasi dengan manajeman RSUD Dr Soetomo.

    "Kalau menghubungi Pak Soetomo jelas enggak bisa, karena kan beliau sudah tahunan meninggal. RSUD Dr Soetomo itu kan ada di Surabaya, bisa komunikasi langsung ke saya, bisa juga ke ruangan saya, monggo," ucapnya.

    Selain itu, Joni juga buka-bukaan data pasien yang dirawat di RS yang dipimpinnya 79 persen adalah warga Surabaya, sementara 21 persen sisanya warga dari berbagai provinsi seperti Maluku, Palembang, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Ini membatah tudingan Risma yang juga mengaku kesulitan, bahkan ditolak oleh RSUD Dr Soetomo.

    "Banyak teman saya di luar negeri tanya juga, kok ada berita seakan-akan RS Soetomo tidak menerima warga Surabaya berobat, padahal 79 persen pasien di RS Soetomo warga Surabaya. Kita itu dekat di hati, kalau ada sedikit berbeda, itu hal yang biasa. Yang jelas pesan presiden harus sama persepsi, ini kan memang krisis kesehatan," jelasnya.

    Hingga saat ini, Joni memastikan RS Soetomo tidak pernah menolak pasien, mengingat RS tersebut merupakan RS pendidikan yang menjunjung tinggi nilai ilmiah. Asalkan ada indikasi medis, Joni memastikan pasien akan diterima dan dirawat dengan sangat baik.

    "Yang pasti, kita dilarang membedakan pasien untuk dirawat. Bahkan kami pernah merawat pasien dari Rusia yang jatuh di Gunung Bromo. Itu orang asing dan kita rawat dengan baik. Orang asing saja saya perhatikan, apalagi warga Surabaya," ujarnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id