Lonjakan Kasus DBD di DIY Selama Dua Bulan Tembus 970

    Ahmad Mustaqim - 26 Juni 2020 13:25 WIB
    Lonjakan Kasus DBD di DIY Selama Dua Bulan Tembus 970
    ilustrasi Medcom.id
    Yogyakarta: Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkat tajam. Dalam dua bulan peningkatan hampir tembus 1.000 kasus.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Berty Murtiningsih, mengatakan jumlah kasus tercatat hingga akhir Mei sebanyak 2.714 kasus. Jumlah meningkat tajam karena akhir Maret lalu sudah terjadi 1.744 kasus.

    "Dari jumlah kasus yang terjadi, tercatat ada lima yang meninggal. Empat warga Gunungkidul dan satu warga Sleman," kata Berty saat dihubungi, Jumat, 26 Juni 2020.

    Baca: Laju Penambahan Kasus DBD di Kota Bandung Menurun

    Berty menyebut Bantul menempati posisi teratas dengan 859 kasus. Meskipun jumlah kasus terbanyak, Berty menyatakan tak ada laporan kasus DBD dengan korban meninggal di Bantul.

    Posisi kedua ditempati Kabupaten Gunungkidul dengan 857 kasus atau selisih dua dengan Bantul. Empat warga dilaporkan meninggal di Gunungkidul. Berikutnya ada Kabuaten Sleman dengan 586 kasus (seorang meninggal), Kota Yogyakarta (235 kasus), dan Kabupaten Kulon Progo (177 kasus).

    Merujuk data Dinas Kesehatan DIY bulan Maret lalu, jumlah peningkatan kasus paling mencolok di Kabupaten Bantul. Adapun data bulan Maret lalu yakni Gunungkidul memiliki 646 kasus dengan empat meninggal dunia), Kabupaten Bantul (484 kasus), Sleman (337 kasus), Kota Yogyakarta (154 kasus) dan Kulon Progo (123 kasus).

    Berty mengatakan kenaikan jumlah kasus disebabkan karena saat ini sudah memasuki musin kemarau. Menurut dia, adanya perubahan musim dengan genangan air yang tidak dilakukan pemberantasan sarang nyamuk secara optimal.

    "Tidak optimalnya pemberantasan sarang nyamuk sehingga populasi nyamuk aides menjadi tinggi," ujarnya.

    Berty menyebut pemerintah berupaya mengoptimalkan tindakan penyuluhan pemberantasan sarang nyamuk. Ia menilai pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan rutin.

    "Kami menyiapkan pelayanan kesehatan, terutama di puskesmas untuk lebih waspada pada kasus DBD. Kami juga mendorong para pimpinan dan tokoh masyarakat agar selalu memberikan motifasi dan dukungan pelaksanaan PSN (pemberantasan sarang nyamuk)," ucapnya.

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id