comscore

Inovasi Petrokimia Gresik Ubah Air Limbah Jadi Bahan Baku Pupuk

Whisnu Mardiansyah - 16 Juni 2022 22:38 WIB
Inovasi Petrokimia Gresik Ubah Air Limbah Jadi Bahan Baku Pupuk
Ilustrasi pupuk. Foto: dok MI.
Gresik: Pemanfaatan limbah menjadi barang bernilai ekonomi menjadi inovasi yang dilakukan PT Petrokimia Gresik. Inovasi ini mampu menghemat penyediaan bahan baku pupuk setiap tahunnya.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, inovasi ini dinamakan 
SS Slundar Slundur. Inovasi ini sukses memanfaatkan limbah padat hasil kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai bahan baku filler pada Pupuk NPK.
"Berdasarkan perhitungan verifikasi kinerja keuangan, penerapan inovasi tersebut menghasilkan penghematan sebesar Rp2,9 miliar dalam setahun," kata Dwi dalam acara Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) ke-36 Tahun 2022 di SOR Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur, Kamis, 16 Juni 2022.

Selin inovasi pengolahan limbah, ada beberapa inovasi unggulan lainnya sepanjang tahun lalu. Di antaranya GIO Digital Office yang mampu menurunkan frekuensi masalah penciptaan naskah dinas dan mempercepat prosesnya. Inovasi tersebut mampu menyumbangkan penghematan sebesar Rp839,6 juta dalam waktu 13 bulan.

Baca: 28.339 Petani Tebu dari Jatim Hingga Sulsel Ikuti Program Makmur

Selanjutnya, inovasi dari GIO Fleksi berhasil menurunkan 50 persen downtime Pabrik Urea 1A. Inovasi ini mampu menghasilkan potensi penghematan hingga Rp252 miliar dalam waktu tujuh bulan.

"Kemudian, SS kuantitatif mampu menurunkan jumlah Pupuk ZA yang tidak sesuai spesifikasi, dari 46 ribu ton menjadi 0 ton dengan metode volumetri, sehingga mengurangi potensi kerugian perusahaan akibat keluhan dari end-user," jelas Dwi.

Dari berbagai inovasi tersebut, perusahaan mampu menciptakan nilai tambah atau value creation riil sebesar Rp240,68 miliar. Dari total value creation riil tersebut, Rp66,19 miliar atau 27,5 persen di antaranya berkontribusi langsung terhadap perolehan laba perusahaan (direct financial benefit).

"Ini menjadi bukti bahwa inovasi atau improvement yang dilakukan Insan Petrokimia Gresik mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan," ujarnya.

Dwi mengakui pandemi covid-19 berdampak besar pada sektor industri. Namun, dengan inovasi-inovasi tersebut perusahaan mampu bertahan di tengah ketidakjelasan situasi ekonomi.

“Pandemi covid-19 di Indonesia tahun lalu memasuki gelombang kedua, lonjakan kasusnya pun cukup tinggi, pemerintah juga menerapkan pembatasan sosial. Kondisi ini memang berdampak bagi dunia industri. Alhamdulillah, kondisi ini justru semakin memacu Insan di Petrokimia Gresik untuk terus berinovasi,” ujar Dwi.

Dwi menambahkan inovasi menjadi kunci beradaptasi dengan berbagai situasi. “Kami menyadari inovasi merupakan kunci untuk bertahan di tengah berbagai tantangan yang ada. Berkat inovasi pula, Petrokimia Gresik berhasil mengubah tantangan menjadi peluang selama setengah abad ini,” ujarnya.

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id