comscore

Lestari Moerdijat: Anak Muda Harus Punya Daya Tahan Kuat di Era Disrupsi

Mustholih - 25 Mei 2022 20:42 WIB
Lestari Moerdijat: Anak Muda Harus Punya Daya Tahan Kuat di Era Disrupsi
Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, berbicara tentang tantangan anak muda Indonesia di era disrupsi. Foto: Mustholih
Semarang: Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, mengatakan anak muda harus memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi era disrupsi. Menurutnya, untuk menjadi genarasi yang kuat menghadapi era disrupsi, anak muda Indonesia harus menguasai tiga kemampuan penting.

"Anak-anak muda harus kita didik untuk memiliki kemampuan adaptasi sehingga mereka dapat bertahan. Kita siapkan mereka menjadi pembelajar, dengan demikian mereka dapat mengikuti perkembangan dan menjadi inovator," kata Rerie, sapaan akrabnya, saat mengisi MGN Stage yang digelar Media Group Network, Semarang, Jateng, Rabu, 25 Mei 2022.
Politikus Partai NasDem itu menegaskan anak-anak muda Indonesia tidak mungkin menjadi inovator apabila mereka tidak memiliki daya tahan dan karakter pembelajar.

"Ini yang harus ditanamkan ke anak-anak. Tapi, di atas itu semua anak-anak tetap harus memiliki kearifan lokal, jangan sampai menjadi generasi yang tercabut dari akar budaya, apalagi dunia sudah tidak ada sekat-sekat," ujar Lestari.

Menurutnya, Indonesia harus mampu mempersiapkan genarasi muda yang mampu mengikuti setiap perubahan. Jangan sampai, anak-anak muda Indonesia menjadi objek perubahan zaman.

"Sehingga mereka sanggup menerima tongkat estafet yang kita berikan, melanjutkan perjuangan dan membawa Indonesa ke arah yang kita cita-citakan," jelas Lestari.

Baca: Lestari Moerdijat: Keselamatan Transportasi Harus Menjadi Perhatian Bersama

Ia melanjutkan di era disrupsi, teknologi sempat nyaris merusak bangsa Indonesia menjadi tercerai-berai. Kemajuan teknologi informasi hampir membuat lupa generasi muda terhadap jatidiri bangsanya.

"Kita harus melatih mereka menjadi cerdas, beda pilihan politik wajar, negara tanpa oposisi juga salah, karena tanpa oposisi di sistem kenegaraan bertugas mengontrol agar yagg mendapatkan mandat bisa berjalan dengan baik," jelas Lestari Moerdijat.

Ia mengungkapkan anak muda harus mampu memilah, mencermati, dan mengedukasi publik mencerna dan menyaring informasi dengan baik. "Sehingga bisa meneruskan dengan baik. yang tidak perlu diteruskan tidak usah diteruskan," terang Lestari.

Menurut Lestari, Pemerintah berusaha keras mengajak masyarakat mau divaksin pada masa awal-awal pandemi covid-19. Hal ini disebabkan karena terjadi perang informasi yang menimbulkan ketakutan pulbik.

"Anak muda harus menjadi garda terdepan membantu pemerintah menyebarkan info dengan baik mengenai vaksin. Begitu kita divaksin, Alhamdulillah satu bulan setelah lebaran aman dan damai dari pandemi Omicron, karena vaksinasi hampir merata," ungkap Lestari.

Di kesempatan yang sama, CEO Media Group Network, M Mirdal Akib, mengatakan pemuda Indonesia sebenarnya memiliki persyaratan yang mampu membawa bangsanya menjadi besar. Mirdal menegaskan Media Group Network merasa perlu hadir di Semarang untuk memberikan literasi dan wake-up call untuk mengingatkan kembali pemuda Indonesia tentang potensi-potensi yang harus mereka gali bersama.

"Kalau tidak kita bangunkan, terlambat nanti. Apalagi kita menanti bonus demografi, kalau tidak disiapkan baik, kita bisa tidak menjadi pemain global," jelas Mirdal.

Menurut Akib, hari ini dunia sedang menghadapi masa peralihan dari pengembangan sumber daya alam menuju pengembangan sumber daya manusia. "Sumber daya alam sudah menipis, sumber daya manusia melimpah. Nah, kualitas sumber daya manusia harus disiapkan agar memberi kontribusi maksimal. Negara maju tidak mengandalkan SDA tapi SDM," terang Akib.

Mirdal berujar Semarang menjadi salah satu kota penting Indonesia karena ibu kota Jawa Tengah itu merupakan bagian terintegrasi dari kota-kota besar dunia. Bahkan, Semarang mempunyai potensi yang lengkap mulai dari budaya, pelajar, dan industri.

"Semua ada di sini. Semarang tidak beda dengan Melbourne, Jakarta, Singapura, dan lain-lain. karena punya persyaratan dan potensi yang sama, internet sama, anak muda sama, apalagi setelah pandemi, kita dititik star sama," tegas Akib.

Bahkan, kata Mirdal, Semarang punya satu potensi yang mampu tampil lebih unggul dari kota-kota besar dunia. "Yaitu daya tahan. Kalau negara lain sudah terlena dengan kemajuan, Semarang baru mulai bangkit," jelasnya.

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id