Gula Kristal dan Minyak Kelapa Purworejo Tembus Pasar Mancanegara

    Bagus Aryo Wicaksono - 18 November 2020 17:14 WIB
    Gula Kristal dan Minyak Kelapa Purworejo Tembus Pasar Mancanegara
    Pelepasan kontainer yang membawa gula kristal Purworejo ke Australia
    Purworejo: Gula kristal dan minyak kelapa organik produk olahan Koperasi Wanita (Kopwan) Srikandi Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menembus pasar mancanegara. Produk asli Purworejo itu mampu menembus sejumlah negara. 

    Ketua Kopwan Srikandi, Sri Susilowati mengatakan gula kristal dan minyak kelapa organik merupakan produk unggulan mereka yang sudah merambah negara di Asia, Eropa maupun Australia. 

    "Ekspor kami sudah ke China, Perancis, Polandia, Australia, Spanyol, Jepang, Yunani, Sri Langka, Inggris dan Belanda. Mudah-mudahan kami terus mendapatkan pesanan dari luar negeri yang selama ini sudah menjadi partner kami,” kata Sri, Kamis, 18 November 2020. 

    Dia mengatakan jika ekspor sempat terkendala pandemi covid-19 yang mengakibatkan pengiriman logistik terhambat. 

    "Saat ini arus ekspor sudah mulai membaik meskipun belum bisa terlalu sering mengirim barang sesuai permintaan pasar," ujarnya. 

    Baca: Kantor Imigrasi Tangerang Luncurkan 12 Inovasi untuk Pelayanan

    Sri mengatakan jika Kopwan Srikandi berkesempatan mengirimkan 26 ton gula kristal ke Australia. Ia mengatakan jika pengiriman akan dilakukan secara bertahap selama tiga bulan. 

    Sementara itu, Pjs Bupati Purworejo, Yuni Astuti mengaku bangga dengan pencapaian Kopwan Srikandi yang mampu membawa produk lokal Purworejo ke mancanegara. 

    “Ekspor bukan hanya sekedar perkara uang, melainkan juga memiliki nilai kebanggan tersendiri karena produk lokal mampu diakui secara internasional,” kata Yuni.

    Yuni menambahkan pencapaian Kopwan Srikandi haru menjadi contoh bagi koperasi lain. Menurutnya jika koperasi dikelola dengan baik hasilnya juga akan baik. 

    "Ternyata koperasi itu kalau dikelola secara baik dan profesional ya akan bagus dan dapat bersaing dengan korporasi yang lebih besar,” imbuhnya. 

    Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Soekowardojo mengatakan jika transaksi ekspor merupakan salah satu jalan keluar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membantu Indonesia keluar dari resesi. Apalagi di Jawa Tengah terdapat banyak produk dari Usaha Kecil Menegah dan Mikro (UMKM) yang potensial untuk diekspor. 

    "UMKM merupakan salah satu penolong di masa resesi. Pasalnya, jumlah UMKM banyak tersebar di berbagai wilayah dan mampu menyerap banyak tenaga kerja," katanya. 

    Ia berharap pencapaian Kopwan Srikandi dapat memicu pelaku UMKM di Jawa Tengah untuk mulai menembus pasar mancanegara.

    “Dengan berbagai kegiatan pendampingan dan pelatihan, pelaku UMKM di Jateng diharapkan mampu menembus pasar ekspor,” ujarnya. 


    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id