Curah Hujan di Makassar Diprediksi Meningkat Tiga Hari ke Depan

    Antara - 02 April 2021 07:33 WIB
    Curah Hujan di Makassar Diprediksi Meningkat Tiga Hari ke Depan
    Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Ahli BBMKG Wilayah IV Makassar, Barkah Yuniarto (kanan) menunjukan hasil pengamatan pada monitir di kantornya, jalan Prof Basalamah, Makasar, Sulawesi Selatan, Senin, 18 Januari 2021. ANTARA/a Darwin Fatir.



    Makassar: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Makassar memprediksi adanya peningkatan curah hujan tiga hari ke depan. Prediksi tersebut terhitung sejak 1-4 April 2021 pada beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan.

    "Memang, kemarin itu kami prospek kondisi cuaca di Sulawesi Selatan tidak stabil. Kondisi cuaca ini kita prakirakan tanggal 1-4 April, curah hujan lebat dan sedang akan mendominasi di Sulawesi Selatan bagian Barat dan Selatan," kata Sub Koordinator Pelayanan Jasa BBMKG Wilayah IV Makassar, Siswanto, di Makassar, Kamis, 1 April 2021.






    Baca: YIA Sediakan 2 Ribu Kantong Plastik GeNose C19

    Dia menjelaskan berdasarkan hasil analisis BMKG, kondisi ini dipengaruhi oleh adanya MGO (Madden Julian Oscillation) yang aktif di kuadran 4. MGO ini adalah fenomena gelombang bergerak melambat dari belahan barat Afrika ke Timur Samudra Pasifik dengan periode 30-60 hari.

    Alhasil MGO ini pun ikut berpengaruh di wilayah Sulawesi Selatan yang dapat meningkatkan potensi hujan di daerah yang dilewatinya, terutama di Sulsel, termasuk Kota Makassar.

    "Kami sudah mengeluarkan prospek sebagai bentuk kewaspadaan kita semua terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang berpeluang terjadi," jelasnya.

    Selain itu, hasil analisis curah hujan menunjukkan adanya gelombang angin terutama di Indonesia, lebih rincinya yaitu berada di Sulawesi Selatan, tepatnya di antara Sulawesi Utara dan Selatan yang merupakan perairan selat Makassar. Itu disebut gelombang ros di ekuatorial.

    Gelombang ros di ekuatoril adalah pergerakan gelombang atmosfer yang bergerak ke barat sepanjang wilayah ekuator, jadi dia itu di antara 20 derajat LU dan 20 derajat LS dan posisinya tepat berada di Sulawesi. Periodenya kurang dari 72 hari. Gelombang ini bisa bertahan hingga 7-10 hari.

    "Makanya kita perkirakan 1-4 hari ini, itu yang membuat kondisi cuaca seperti ini. Potensi cuaca hingga hujan lebat diikuti dengan angin kencang akan terjadi," ungkapnya.

    Pada empat hari ke depan, distribusi curah hujan akan lebih meningkat dari normalnya. "Kami melihat beberapa hari terakhir ini kan cuaca seharian hujan 1x24 jam, jedanya sebentar saja. Nah kita ini prediksi sampai tanggal 4 nanti," tambah Siswanto.

    Berdasarkan dua fenomena yang terjadi, BMKG merilis akan berdampak pada wilayah pesisir barat dan selatan.

    Pesisir Barat itu meliputi Kabupaten Pinrang, Parepare, Barru, Maros, Makassar,sebagian dari wilayah Kabupaten Sidrap dan Soppeng. Sementara pesisir selatan, sebagian wilayah Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan Kepulauan Selayar.

    BMKG mengimbau kepada pengguna transportasi darat, udara dan laut agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Seperti potensi banjir, tanah longsor, pohon tumbang, angin kencang dan sebagainya.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id