Anggota MeMiles Protes Polisi Tutup Aplikasi

    Amaluddin - 14 Januari 2020 16:58 WIB
    Anggota MeMiles Protes Polisi Tutup Aplikasi
    Ikhsan Aziz, 38, anggota MeMiles asal Bekasi, Jawa Barat, mendatangi Polda Jawa Timur. (Foto: Medcom.id/Amaluddin)
    Surabaya: Sejumlah orang mengatasnamakan anggota investasi bodong MeMiles milik PT Kam and Kam mendatangi Mapolda Jawa Timur di Surabaya, Selasa, 14 Januari 2020. Mereka memprotes penutupan aplikasi oleh polisi.

    Ikhsan Aziz, 38, anggota MeMiles asal Bekasi, Jawa Barat, mengaku dirugikan lantaran aplikasi MeMiles ditutup. Menurutnya tak ada yang salah dengan kegiatan investasi yang dinyatakan bodong itu.

    "Dirugikan sekali kalau ditutup. Jadi aktivitas member yang tadinya rutin sekarang jadi begini," kata Ikhsan.

    Ikhsan menjelaskan, pada investasi PT Kam and Kam anggota bisa mendapatkan mobil setelah membeli slot iklan. Keuntungan jika membeli slot iklan itu, perusahaan mengeluarkan strategi promo yang dilakukan di tempat lain dengan membayar Rp5 juta dan mendapat mobil.

    "Iklan member tergantung member. Jadi tidak bisa dibatasi, orang saya sudah beli slot iklan. Dalam aplikasi MeMiles member membeli slot iklan yang boleh kita gunakan kapanpun dan dalam bentuk apa pun. Di mana janggalnya?" katanya.

    Menurutnya, traksaksi seperti itu wajar dilakukan perusahaan karena anggota juga mendapatkan keuntungan di luar bonus.

    "Saya pasang iklan jual mobil laku di situ. Kalau bonus itu dari performa, tidak dapat (bonus) ya ikhlaskan saja. Saya belum dapat reward cuma kita nunggu jatah pembagian," jelasnya.

    Mengenai teknis untuk masuk ke investasi tersebut, Ikhsan menambahkan, anggota harus merekrut calon anggota lain. Ia pun berharap polisi mempertimbangkan keputusan menutup aplikasi MeMiles.

    "MeMiles itu punya potensial viewer yang bagus buat saya. Siapapun yang liat iklan saya pasti punya uang dan KTP. Startup model begini bagus biar tidak tergantung dengan aplikasi luar negeri. Ini ide cemerlang yang dibuang ke sampah," katanya.

    Dalam kasus investasi bodong MeMiles, polisi mengamankan uang nasabah sebesar Rp122 miliar dan menetapkan empat tersangka yakni dua direksi berinisial KTM, 47, dan FS, 52. Kemudian dua tersangka lainnya Master Marketing MeMiles berinisial ML atau Dr E, 54, dan kepala IT berinisial PH, 22.

    Polisi juga memeriksa artis Eka Deli Mardiana dan penyanyi Marcello Tahitoe terkait kasus investasi yang memiliki 264 ribu anggota. Selain itu barang bukti yang turut diamankan di antaranya 18 unit mobil, dua sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya. Ada juga 120 unit mobil yang sudah diberikan ke anggota dan akan ditarik oleh Polda Jatim sebagai barang bukti.




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id